3 Alasan Mengapa Profesi Guru TK Tak Dapat Dianggap Remeh

3 Alasan Mengapa Profesi Guru TK Tak Dapat Dianggap Remeh

Oktober 4, 2019 Off By Meliana Leonardi

NESIATIMES.COM – Cuitan akun Twitter milik  @akuitudina berhasil menarik perhatian warganet.

Pada thread yang muncul tanggal 1 Oktober ini menampilkan sebuah foto berisikan percakapan yang merendahkan profesi guru TK.

(Foto: Istimewa)

 

Padahal menjadi seorang guru TK tidaklah semudah yang dipikirkan oleh kebanyakan orang.

Memang kelihatannya guru TK hanya melakukan hal-hal sepele.

Namun taukah kalian? Ada beberapa hal yang membuat profesi guru TK tidak dapat dipandang sebelah mata.

Yuk simak penjelasannya!

 

1. Guru pembentuk pondasi anak

Guru TK adalah guru pertama bagi anak-anak dalam jenjang pendidikannya. Tak hanya memperkenalkan anak-anak pada kemampuan akademik, guru TK juga memiliki tanggung jawab pada pertumbuhan psikis anak.

Membentuk anak untuk memiliki karakter yang baik akan dilakukan saat anak memasuki fase “Golden Age”. Dan pada fase ini anak-anak akan berada pada tingkatan TK.

Oleh sebab itu guru TK harus menguasai aspek-aspek keilmuan, seperti Kognitif, Fisik-Motorik, Sosial-Emosional, Bahasa, Seni, Moral dan Nilai Keagamaan.

Jika disamakan dengan proses membangun sebuah rumah, peran guru TK ini adalah menyusun pondasi yang kuat.

BACA JUGA:  5 Top Vendor Kuasai Pasar Smartphone Indonesia Versi IDC Q3-2019

Pondasi yang kuat diperlukan agar anak-anak mampu bertumbuh dan berkembang secara kuat di masa depan.

Jika seorang guru TK gagal memberikan stimulus yang tepat sesuai dengan perkembangan anak, pertumbuhan anak-anak di kemudian hari pun bisa terganggu bahkan terhambat.

 

2. Memastikan kebahagiaan anak

Menjauhi kata emosi adalah hal yang sulit bagi seorang manusia. Namun hal ini harus dilakukan oleh seorang guru TK.

Memastikan kebahagiaan anak disetiap tumbuh kembangnya adalah tugas yang berat. Tak peduli sedang sedih atau pun ada masalah, seorang guru TK harus mampu tersenyum di depan anak-anak.

Mereka harus memastikan tidak ada anak-anak yang tertekan saat mengikuti proses belajar, karena perasaan tertekan akan memberikan efek buruk bagi perkembangan psikis seorang anak.

Saat menemani anak-anak bermain pun mereka tak hanya diam menonton. Mereka harus tetap aktif merespon semua keaktifan anak-anak dengan sabar dan kasih sayang.

Hal tersebut dilakukan agar anak tak merasa kesepian dan diabaikan. Dengan merasa diperhatikan anak-anak akan lebih semangat dalam menunjukan kemampuaanya.

 

3. Memastikan keselamatan anak

Tugas seorang guru TK tak serta-merta berakhir dengan selesainya pembelajaran dalam kelas. Saat kelas usai mereka masih memiliki kewajiban yang harus dituntaskan, yaitu memastikan semua anak dijemput oleh anggota keluarga.

Mengingat maraknya kasus penculikan anak akhir-akhir ini, membuat mereka harus ekstra waspada. Bahkan, mereka tidak akan pulang jika masih ada anak yang belum dijemput oleh keluarganya.

 

Jadi setiap pekerjaan pasti memiliki manfaat bagi orang lain dan memiliki perjuangannya masing-masing.

Mulailah lebih bijak dalam menilai segala sesuatu ya!

(EFG/MEL)

1.171 COPYRIGHT@2020 - NESIATIMES.COM | MENRA GROUP