Advokat Harimau Jokowi Menggugat Prabowo di Pengadilan, Onesius Gaho, S.H : Prabowo Telah Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

Advokat Harimau Jokowi Menggugat Prabowo di Pengadilan, Onesius Gaho, S.H : Prabowo Telah Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

Januari 22, 2019 0 By Redaksi
SHARE BERITA INI:
1.294

NESIATIMES.COM, JAKARTA – Sejumlah advokat yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan Harimau Jokowi (HarJo) menggugat calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait pernyataan yang menuding selang cuci darah di RSCM dipakai hingga 40 kali. Gugatan terhadap Prabowo diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Selain Prabowo, DPP Partai Gerindra, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi ikut digugat oleh advokat Harimau Jokowi.

Gugatan tersebut telah terdaftar dengan nomor 76/Pdt.G/2019/Pn.JktSel. Adapun pihak yang digugat Harimau Jokowi adalah tergugat I Prabowo Subianto, baik selaku pribadi maupun Capres, tergugat II Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, tergugat III Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan turut tergugat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Ketua Harimau Jokowi, Saiful Huda, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019) (Foto: Istimewa)

“Hari ini Pimpinan Pusat Harimau Jokowi telah melayangkan gugatan perdatanya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap kasus pembohongan publik yang dilakukan Prabowo Subianto, baik dalam kapasitasnya sebagai pribadi, Ketum Partai Gerindra, dan kita juga ajukan kepada BPN Prabowo-Sandiaga,” kata Ketua Harimau Jokowi, Saiful Huda, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Lebih lanjut, Saiful Huda selaku Ketua Harimau Jokowi mengatakan bahwa Prabowo melakukan pembohongan publik mengenai pernyataannya yang menyebut selang cuci darah dipakai lebih dari satu orang di RSCM bagi pelayanan pasien BPJS Kesehatan. Bagi Saiful, pernyataan Prabowo ini menimbulkan kecemasan terhadap masyarakat umum.

“Kebohongan publiknya yang mengatakan RSCM telah melakukan pelayanan publik yang salah yang kebohongan itu terkait satu selang yang mestinya digunakan satu orang tapi digunakan 40 orang, (selang) alat cuci darah itu. Padahal menurut RSCM, itu salah besar, kami tidak melakukan itu, kata pihak RSCM ya satu selang ya untuk satu orang,” ujarnya.

Saiful mengaku sudah menemui pihak manajemen RSCM untuk menjadikannya pihak turut tergugat dalam gugatan. Karena itu, ia berharap pihak RSCM mau bersaksi di pengadilan terkait berita yang beredar tersebut.

Dalam kapasitasnya sebagai ketua ormas Harimau Jokowi, Saiful mengatakan bahwa Harimau Jokowi sedang ingin memberikan pelajaran berharga bagi Prabowo Subianto, Partai Gerindra dan BPN Prabowo-Sandi dengan menggugatnya di pengadilan dengan maksud agar pengadilan menjatuhkan hukuman pada Prabowo, serta memaksanya untuk meminta maaf secara terbuka pada seluruh Rakyat Indonesia melalui berbagai sarana media masa baik cetak, media online atau Stasiun TV.

Advokat yang tergabung dalam Ormas Harimau Jokowi mengajukan gugatan perdata terhadap Calon Presiden Prabowo Subianto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Foto: Istimewa)

Salah satu tim kuasa Hukum Harimau Jokowi, Onesius Gaho, S.H ketika dihubungi oleh awak media, mengatakan bahwa Prabowo Subianto digugat karena telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata. Senada dengan itu, Onesius Gaho menyatakan bahwa UU Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik di Pasal 34 ayat 3 huruf (a) dan huruf (b) juga ikut dilanggar oleh Prabowo Subianto.

Onesius Gaho menambahkan bahwa pada pasal 1365 KUH Perdata berbunyi “perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut” Sehubungan dengan pasal tersebut, kami meninjau bahwa pernyataan Prabowo Subianto terkait selang cuci darah dipakai hingga 40 kali yang selama ini viral di berbagai media telah membawa banyak kerugian terhadap banyak pihak, oleh sebab itu Prabowo harus bertanggungjawab terhadap perbuatannya dan harus meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.

“Pada prinsipnya, setiap orang yang membawa kerugian kepada orang lain harus bertanggungjawab atas perbuatannya, dan wajib meminta maaf” tutup Onesius Gaho.

Loading...

 

(RED: EFG)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Loading...