Akhirnya Terungkap, BMKG Beberkan Asal Suara Dentuman di Malang

Akhirnya Terungkap, BMKG Beberkan Asal Suara Dentuman di Malang

5 Februari 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sumber dari suara dentuman yang terdengar di Malang, Jawa Timur.

Menurut BMKG, suara dentuman yang terdengar pada Selasa (2/2/2021) malam hingga Rabu (3/2/2021) itu berasal dari petir.

Kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, pihaknya telah melacak data monitoring petir sejak Rabu (3/2/2021) ketika dentuman itu berlangsung.

Dari hasil monitoring tersebut terlihat beberapa daerah di Jatim sedang terjadi hujan dan petir.

Melihat kondisi itu, membuat Daryono yakin bahwa suara dentuman di Malang itu bersumber dari petir.

“BMKG sudah melacak data monitoring petir.

Di beberapa daerah di Jatim sejak jam 00.00 WIB (Rabu) sudah terjadi hujan dan petir.

Dentuman tersebut merupakan fenomena alam yang bisa dijelaskan,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (4/2/2021) dikutip dari KOMPAS.com.

Pada Rabu dini hari, lanjut Daryono menjelaskan, terpantau banyak aktivitas petir di langit Malang dan sekitarnya.

Seperti petir di Bangil (Kabupaten Pasuruan), Mojokerto, di Lawang sebelah utara (Kabupaten Malang), dan di Kota Malang.

BACA JUGA:  Terciduk saat Bawa 101 Gram Sabu, Oknum Polisi di Aceh Terancam Sanksi Tegas

Kemudian, ia juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mengaitkan peristiwa dentuman ini dengan hal supernatural.

Sementara itu, tak sejalan dengan Daryono, Kasi Informasi Stasiun Klimatologi Karangploso, Kabupaten Malang, Anung Suprayitno mengatakan hal lain.

Menurutnya pendeteksi petir di daerahnya (Malang) tidak mendeteksi aktivitas petir selama dentuman berlangsung.

Bahkan menurutnya, suara dentuman di Malang ini tidaklah berasal dari petir.

Sebelumnya, peristiwa suara dentuman di Malang menjadi tranding di Twitter.

Suara dentuman itu terdengar berkali-kali dengan tempo yang hampir sama di Malang sejak Selasa (2/2/2021) malam hingga Rabu (3/2/2021).

Sejumlah warga mengaku bahwa dentuman itu membuat kaca rumah mereka bergetar.

(Mel/Mel)