Aksi Pemuda Remas Payudara Seorang Gadis di Bintaro

Aksi Pemuda Remas Payudara Seorang Gadis di Bintaro

Agustus 12, 2019 0 By Meliana Leonardi
SHARE BERITA INI :
584

TANGERANG – Aksi pencabulan dua orang pria yang terjadi di Bintaro kepada seorang gadis berinisial A(18) membuat warga menjadi resah. Kejadian tersebut terjadi saat korban sedang mengendarai sepeda motor usai mengantar anak kerabatnya ke tempat les yang berada di kawasan Bintaro.

Tidak hanya terjadi sekali. Peristiwa yang sempat viral di media sosial setelah diunggah di akun Instagram @kabarbintaro pada Kamis (8/8/2019) pun pernah terjadi sebelumnya. Pada hari Rabu (7/8/2019) di lokasi yang sama korban juga mengalami hal yang sama dan diduga dilakukan oleh dua pria yang sama pula.

Kronologi kejadian sempat diceritakan oleh kerabat korban, Richie.

BACA JUGA Punya Lima Istri, Pria Ini Perkosa Anak Kandung 50 Kali

Richie mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika A ingin memutar balik di depan Mc Donald’s Bintaro sektor IX setelah mengantar anaknya ke tempat les, saat itu korban didatangi dua pria yang berboncengan.

“Karena setiap hari lewat situ jadi pas mau muter korban diberhentiin sambil diremas-remas (payudara korban)begitu,” ujar Richie dikutip dari Kompas.com.

Pelaku melakukan aksi tersebut secara bergilir. Entah pelaku dalam kondisi sadar atau mabuk. Saat kerabat korban mendekat dan diteriaki masa,pelaku langsung tancap gas dengan sepeda motor.

Sebelumnya, pada Rabu (7/8/2019) di tempat yang sama korban sempat mengalami hal yang sama. Sebelumnya A sempat dilecehkan saat sedang memboncengkan anak Richie yang berusia 10 tahun. Saat peristiwa itu terjadi, anak Richie bahkan nyaris terjatuh dari motor karena aksi pelaku.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan tak tinggal diam.

“Saya baru cek laporanya, tapi yang jelas setelah mendengar laporan dari rekan-rekan media ini, tim Reskrim dan tim lapangan sudah turun untuk mengecek siapa kira-kira dugaan kuat sebagai pelaku,” ujar Ferdy saat dikonfirmasi pihak Kompas.Com .

Ferdy pun meminta waktu untuk memaksimalkan penyelidikan aksi tak senonoh ini.

(EFG/MEL)