Alumni 212: Polisi Harus Tangkap Oknum Satpol PP Penganiaya Habib Umar Assegaf Bangil

Alumni 212: Polisi Harus Tangkap Oknum Satpol PP Penganiaya Habib Umar Assegaf Bangil

Mei 21, 2020 Off By YAARO

NESIATIMES.COM – Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengecam keras tindakan petugas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya terhadap Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil di pos check point Tol Satelit.

Umar Abdullah Assegaf Bangil Saat melanggar aturan PSBB  (Sumber: JPNN.com)

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, aksi pemukulan terhadap Habib Umar Assegaf Bangil yang dilakukan oleh oknum petugas PSBB Surabaya yang mengenakan seragam Satpol PP itu, merupakan tindakan yang biadab.

“Kami dari PA 212 mengecam keras tindakan biadab oknum aparat Satpol PP yang telah memukul Habib Umar Assegaf yang beliau adalah ulama dan sudah sepuh,” kata Novel Bamukmin, Kamis (21/5/2020), seperti dikutip dari Gelora.co.

Untuk itu, lanjut Novel, PA 212 meminta aparat kepolisian segera menangkap oknum Satpol PP itu karena apa yang dilakukan terhadap Habib Umar Assegaf Bangil merupakan tindakan pidana.

“Kami meminta aparat kepolisian menangkap Asmadi (oknum Satpol PP) karena sudah melakukan penganiyaan yang merupakan tindakan pidana,” tegas Novel Bamukmin.

Sebelumnya, viral di media sosial video Habib Umar Assegaf terlibat cekcok hingga baku pukul dengan petugas Satpol PP saat ditegur karena melanggar PSBB di Surabaya.

BACA JUGA:  Sekjen PSI: Mantan Maling Uang Rakyat Kok Dicalonkan Lagi?

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan adanya insiden pelanggar PSBB di cek poin pintu keluar Tol Satelit Surabaya pada Rabu (20/5/2020) sore.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (Sumber: Vivanews.com)

Kombes Trunoyudo, Membenarkan bahwa sesuai pelat nomor kendaraan bahwa pria bergamis penumpang mobil sedan Camry itu tersebut adalah Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil.

Dikatakannya, insiden bermula ketika petugas menghentikan mobil tersebut yang melaju dari arah Malang dan keluar di pintu keluar Tol Satelit Surabaya.

“Petugas melakukan pemeriksaan karena pelat mobil/nopol adalah N (Pasuruan), bukan L (Surabaya) dan W (Sidoarjo atau Gresik). “Kedua, sopir tidak menggunakan masker. Ketiga, kapasitas (jumlah penumpang) melebihi,” ujar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu, Kamis (21/5/2020).

Karena diketahui melanggar aturan PSBB yang berlaku di Kota Surabaya maka petugas gabungan pun meminta pengemudi dan pemilik mobil agar berputar balik.

Kombes Trunoyud juga menyatakan petugas sudah meminta pemilik mobil berputar dengan cara baik-baik, namun cara humanis petugas direspons oleh pria bergamis itu dengan kata-kata kasar.

Atas insiden tersebut, dia meminta di masa pandemi COVID-19, semua elemen masyarakat memahami dan memaklumi pentingnya kedisiplinan aturan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan harus menjadi tanggung jawab pribadi dan keluarganya,” tutur Kombes Trunoyudo.

 

195 COPYRIGHT@2020 - NESIATIMES.COM | MENRA GROUP