Anies Baswedan Sebut Ada Potensi 6000 Kasus Corona Dalam 2 Pekan Ke Depan Jika Tak Ditangani Serius

Anies Baswedan Sebut Ada Potensi 6000 Kasus Corona Dalam 2 Pekan Ke Depan Jika Tak Ditangani Serius

Maret 20, 2020 0 By MAX ALVIAN
SHARE BERITA INI:
633 ūüď∂

NESIATIMES.COM –¬†Virus corona¬†kini tengah meneror beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Beberapa langkah telah pemerintah siapkan untuk menangani kasus corona di Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun telah menyiapkan cara untuk mengatasi kondisi tersebut. Berikut ulasan lengkapnya

Pemantauan Corona di Jawa Barat

Pemantauan Corona di Jawa Barat
Dilansir dari channel Youtube ‘Najwa Shihab’, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil beserta beberapa pejabat penting terlihat hadir di acara Mata Najwa. Najwa pun bertanya tentang upaya pemerintah Jawa Barat dalam mengatasi kasus corona yang sedang terjadi di beberapa negara.

“Kami ini sebenarnya mempunyai kemampuan untuk melakukan tes, tapi kan sesuai protokolnya domain di pemerintah pusat. Per hari ini di Jawa Barat yang dalam pemantauan ada 616. Pemantauan itu artinya perilakunya patut di indikasi tapi tidak ada gejala. Yang pengawasan ada 55, itu yang bergejala dan sekarang sedang dalam pengawasan. Yang positif 3, walaupun di Jakarta tapi KTP nya ada di Depok,” kata Ridwan.

Ridwan dan Anies Minta Pemerintah Beri Izin Pemda untuk Lakukan Tes Corona

Ridwan pun meminta pemerintah pusat untuk mengizinkan daerah-daerah yang memiliki kapasitas untuk melakukan tes.

“Nah kami melakukan permohonan persis seperti pak Anies, izinkan kami di daerah yang memiliki kapasitas ini untuk melakukan tes. Nanti kalau hasilnya positif, kami tidak akan mengumumkan. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam artian informasinya sesuai dengan apa yang dilakukan protokol,” kata Ridwan.

“Bayangkan nya begini, mohon maaf ya, kita doakan tidak terjadi. Kalau ternyata menyebar di seluruh pulau di Indonesia, kalau semuanya harus terpusat di Jakarta untuk ngetes. Perjalanan menuju ke Jakarta butuh waktu, antrian nya dan sebagainya. Sehingga sekarang menurut saya konsepnya untuk ngetes ini harus desentralisasi,” imbuhnya.

Anies Ingin Tiru Langkah Singapura, Vietnam dan Selandia Baru

Loading...

Anies pun mendukung penjelasan Ridwan Kamil tersebut. Ia memberikan contoh beberapa negara yang terdampak virus Corona. Anies ingin meniru langkas Singapura, Vietnam dan Selandia Baru dalam menangani Corona di negaranya.

“Kita bisa dua pilihan, pilihan pertama, ambil rute seperti Iran, Amerika, Korea Selatan, Italy. Apa yang mereka lakukan? Di awal relaks, lakukan terbatas pengetesan. Lalu jumlahnya bertahap meningkat. Di Italy pada 20 Februari cuma 4 kasus. Dalam 18 hari, menjadi 9172. Kemudian sesudah itu lompat, pemerintahnya bertindak untuk melakukan penutupan pembatasan semuanya. Itu satu model,” kata Anies.

“Model kedua, ada Singapura, Vietnam, Selandia Baru. apa yang mereka kerjakan? Mereka melakukan yang dikerjakan negara-negara itu, tapi di fase awal,” kata Anies.

“Kami tadi kumpulkan semua dan kami katakan, kami akan melakukan yang dikerjakan itu di fase awal. Supaya tidak terjadi peningkatan jumlah kasus,” lanjutnya.

Anies Sebut 2 Minggu ke Depan Ada 6000 Kasus Corona Jika Tak Ditangani Serius

Anies pun melanjutkan penjelasannya. Ia mengatakan jika dalam 2 pekan kondisi tersebut tidak ditangani dengan serius, maka dapat berpotensi ada 6000 kasus.

“Ya kita menggunakan case terburuk untuk menyiapkan jajaran. Bukan berharap ini kejadian. Kita tidak menginginkan ini terjadi. Tapi kalau relaks seperti di Italy bayangkan 18 hari dari 4 jadi 9000,” kata Anies.

“Kalau di Jakarta kita simulasi ini dengan kondisi seperti sekarang kalau 2 minggu ke depan kita tidak melakukan langkah-langkah yang serius, punya potensi bisa 6000 kasus. 840 parah, 300 kritis. Ini simulasi dengan menggunakan skenario terburuk. Jika kita tidak mengerjakan seperti yang dikerjakan Singapura, Selandia Baru, Vietnam,” lanjutnya.

Jawaban Juru Bicara Penanganan Wabah Covid-19 (Corona)

Ahmad Yurianto, Juru Bicara Penanganan Wabah Covid-19 (Corona) pun menanggapi penjelasan Ridwan Kamil dan Anies Baswedan.

“Kalau pemerintahan tidak ada masalah, tetapi harus ada persyaratan mutlak bahwa harus security level 2 untuk pemeriksaan virus. Oleh karena itu, jika persyaratannya dipenuhi tidak ada masalah. Karena ini pemeriksaan virus tidak sama dengan memeriksa laboratorium darah,” kata Ahmad.

“Oleh karena itu kita memiliki jejaring dalam kaitan dengan pemeriksaan virus. Kapasitas pusat tau kok daerah yang memiliki kapasitas atau institusi yang memiliki kapasitas itu. Kita akan siapkan di minggu ini, ada 10 balai besar teknologi kesehatan lingkungan yang telah tersebar di 10 kota di Indonesia. Sudah masuk dalam persiapan dan kita sudah mendatangkan 1000 kit untuk tes pcr. Tetapi tidak untuk genome sequeincing. Pcr adalah screening awal untuk memeriksa. Kalau positif, maka akan diperiksa dengan genome sequeincing,” imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Merdeka.com dengan judul “Anies Sebut 2 Pekan ke Depan Ada 6000 Kasus Corona Jika Tak Ditangani Serius”

Loading...
Loading...