Audrey, Gadis Cerdas yang Kerja di NASA, Ditawari Jokowi Pekerjaan Spesial di Indonesia

Audrey, Gadis Cerdas yang Kerja di NASA, Ditawari Jokowi Pekerjaan Spesial di Indonesia

Juli 8, 2019 0 By Redaksi
SHARE BERITA INI:
619

JAKARTA – Namanya Audrey Yu, lengkapnya Audrey Yu Jia Hui atau Maria Audrey Lukito.

Dia adalah salah seorang ilmuan muda yang dipekerjakan NASA, lembaga penerbangan antariksa milik negara adidaya, Amerika Serikat.

Usianya juga masih tergolong muda, 25 tahun. Dara kelahiran 1 Mei 1988 ini asli kelahiran Kota Pahlawan, Surabaya.

Tak banyak  yang mengetahui, gadis muda yang berhasil menamatkan SMA di usia 13 tahun dan  lulus Summa cum Laude dan Phi Beta Kappa pada usia 16 tahun dari salah satu universitas terbaik dan tertua di Amerika, College of William and Mary di Virginia ini pernah dianggap terlalu jenius di negara asalnya Indonesia dan ditolak masuk TNI karena dianggap tak cukup umur.

Dilansir dari grid.id, kini, kisah hidup Audrey Yu kembali ramai dibicarakan, karena konon, dia yang kini menetap di Amerika Serikat bersedia pulang ke Indonesia setelah diminta oleh Presiden Joko Widodo.

Audrey Yu Jia Hui yang merupakan gadis super jenius asal Surabaya itu sempat berhadapan dengan dokter jiwa karena kejeniusannya yang bahkan berhasil tamat SMA di usia 13 tahun.

Pada tahun 2017 lalu, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 71 ikon Prestasi Indonesia.

Meski begitu, Audrey melewati masa kecilnya dengan amat getir.

Alih-alih dibanggakan, orang-orang sekitar perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu justru merasa aneh dengan kecerdasannya.

Pada satu titik, ia bahkan pernah dibawa ke dokter jiwa karena dianggap tidak normal.

Audrey adalah satu dari sekian banyak permata Indonesia yang “disia-siakan” negaranya.

Hal ini seperti dikutip GridHot.ID dari akun Facebook Rudi Kurniawan menuliskan kisah Audrey dalam unggahan pada hari Jumat (26/1/2018).

Dari cerita yang ditulis Rudi, Audrey benar-benar anak ajaib.

Ia menyelesaikan sekolah dasarnya hanya 5 tahun, SMP 1 tahun, SMA 11 bulan—persis di usianya yang masih 13 tahun.

Persoalan terjadi ketika ia hendak masuk ke perguruan tinggi.

Saat itu tidak ada satu pun kampus di Indonesia yang mau menerima bocah usia 13 tahun sebagai mahasiswanya.

Tapi ia tidak mundur. Audrey akhirnya memutuskan pergi ke luar negeri, di Virginia, Amerika.

“Saya lulus Summa cum Laude dan Phi Beta Kappa pada usia 16 dari salah satu universitas terbaik dan tertua di Amerika, College of William and Mary di Virginia,” tulis Audrey dalam blog pribadinya.

Kepintaran dan kecerdasan Audrey justru membuatnya terkucilkan.

Orang-orang dewasa di sekitarnya menganggapnya tidak normal.

Teman sebayanya menyebutnya aneh, harus dijauhi, dan tidak bisa diajak berteman.

Usai lulus kuliah Audrey berniat mendaftar jadi anggota TNI yang saat itu masih bernama ABRI.

“Setelah lulus, saya ingin mendaftar di militer Indonesia (ABRI), yang belum pernah dilakukan gadis Cina sebelumnya”.

“Yang mengejutkan saya, saya menjadi beban cemoohan dan mendapat ancaman dari semua pihak (bahkan dari keluarga saya sendiri), serta pelecehan ras yang tak ada habisnya,” lanjutnya.

Belakangan diketahui, Audrey ditolak masuk jadi anggota TNI karena usianya saat itu masih 17 tahun.

Audrey sempat bekerja sebagai pengajar Bahasa Inggris di Tiongkok.

Karena gagal masuk jadi anggota TNI, Audrey memutuskan menempuh S-3 di Paris, mengambil jurusan Fisika dan Bahasa.

Audrey lulus S-3 di usia kurang dari 25 tahun.

Lulus S-3, Audrey langsung diterima bekerja di Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Tak tanggung, tanggung, Audrey dikabarkan menerima gaji sekitar Rp 200 juta per bulan.

Sejatinya ada beberapa orang yang yang menaruh perhatian terhadap kecerdasan Audrey.

Salah satunya Presiden Indonesia, Jokowi.

Hal ini seperti dikutip GridHot.ID dari akun Twitter @nithasist yang mengunggah sebuah postingan pada 7 Juli 2019.

Dalam cuitannya, akun @nithasist menyebut Jokowi memberi tawaran spesial untuk Audrey.

Jokowi disebut menawarkan Audrey bekerja di lembaga pemerintah.

“Dia lgsg diterima kerja di Badan Antariksa Amerika (NASA) dgn gaji 200 jt/bln. Stlh ketemu Jokowi di KTT G-20 di Jepang kmrn, ditawari msk ke BPPT dan dgn antusias dia terima tanpa mikir brp gajinya. Dia hanya blg Indonesia Love You. Aku datang u/ mengabdi padamu ….. Terharu,” tulis akun @nithasist.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adalah Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang berada dibawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi.

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah perihal tawaran spesial yang diberikan Jokowi pada Audrey Yu tersebut.

 

 

(GRID.ID)