Gegara Cabuli Sesama Jenis, Ketua KPU yang Juga Anggota Fatwa MUI Dipecat!

Gegara Cabuli Sesama Jenis, Ketua KPU yang Juga Anggota Fatwa MUI Dipecat!

Maret 12, 2020 0 By MAX ALVIAN
SHARE BERITA INI:
1.072 šŸ“¶

JAKARTA – Ketua KPU Banjarmasin yang juga Anggota Fatwa MUI Banjarmasin, Gusti Makmur dipecat.

Pasalnya, dia diduga melakukan perbuatan cabul kepada sesama jenis yang masih remaja/kurang dari 18 tahun.

Untuk proses pidana terkait kasus tersebut, Gusti Makmur kini telah ditahan polisi dan akan segera diadili.

Pemecatan Gusti Makmur terungkap dalam Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagaimana yang dilansir nesiatimes.com dari detikcom, Kamis (12/3/2020).

“Menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu Gusti Makmur selaku Ketua merangkap Anggota Komisi Pemilihan Umum Kota Banjarmasin sejak putusan ini dibacakan,” kata majelis hakim DKPP yang diketuai Muhammad.

Loading...

Anggota majelis yaitu Alfitra Salam, Teguh Prasetyo, Ida Budhiati, Hasyim Asy’ari, dan Rahmat Bagja.

Majelis menjelaskan kesalahan Gusti Makmur yaitu memiliki orientasi seksual sesama jenis/gay.

Salah satu buktinya saat Gusti Makmur datang memenuhi undangan MUI di sebuah hotel di Banjarbaru pada 25 Desember 2019.

Saat itu, Gusti bertemu dengan seorang remaja laki-laki di toilet hotel.

BACA JUGA:  Kebahagiaan Pesta Pernikahan Hilang Akibat Bom Bunuh Diri

Dalam pertemuan itu, Gusti Makmur disebut berkenalan dan berinisiatif meminta nomor Hp. Gusti Makmur kemudian aktif WhatsApp dengan memanggil panggilan ‘Say’ dan mengirimkan pesan ikon gambar ‘kiss’.

“Teradu yang mempunyai latar belakang pendidikan agama dan pernah mengampu divisi bidang fatwa MUI Kota Banjarmasin sepatutnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan sebaliknya melakukan tindakan amoral yang meruntuhkan integritas, kredibilitas dan martabat penyelenggara Pemilu maupun lembaga publik dimana Teradu pernah berkiprah sebelumnya,” ujar majelis DKPP dengan suara bulat.

Perbuatan Gusti Makmur dinilai menimbulkan keresahan sosial bertentangan dengan kewajiban etika moral untuk menjaga dan memelihara tertib sosial penyelenggara Pemilu. Karena itu, majelis pun memutuskan memecat Gusti.

“Teradu terbukti melanggar Pasal 6 ayat (3) huruf c dan huruf f, Pasal 12 huruf a dan huruf b, dan Pasal 15 huruf a Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Nomor 2 tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu,” jelas majelis DKPP.

Loading...
Loading...