Gembong Warsono ke Anies: Mau Jadi Presiden Benahi Dulu Jakarta, Contoh Pak Jokowi

Gembong Warsono ke Anies: Mau Jadi Presiden Benahi Dulu Jakarta, Contoh Pak Jokowi

Februari 25, 2020 0 By NANAHARASUYA
SHARE BERITA INI:
613 šŸ“¶

JAKARTA — PDIP menilai kinerja Anies belum mumpuni untuk dijadikan modal di Pilpres 2024.
PDIP DKI Jakarta turut mengomentari hasil survei lembaga Indo Barometer yang menyebut Anies Baswedan berpotensi menjadi Capres di Pilpres 2024.

“Boleh-boleh saja (jadi capres). Kalau dia mau nyapres atau dia berpotensi untuk nyapres 2024 tapi bagi PDIP kan sederhana, wong ngurusi Jakarta saja nggak bener masa mau jadi presiden. Kan gitu saja sederhana,” ungkap Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono, kepada wartawan, seperti dikutip dari Detiknews, Selasa (25/2/2020).

Gembong menyarankan agar Anies Baswedan membenahi Jakarta dengan benar. Dia pun mencontohkan Presiden Jokowi yang dinilainya berhasil memimpin Jakarta sehingga kini menjadi Presiden 2 periode.

“Kalau dia berkeinginan untuk maju jadi presiden, benahi dulu Jakarta yang baik, maka itu modal dasar Pak Anies maju jadi presiden kan gitu. Sama juga waktu Pak Jokowi maju jadi presiden, modalnya kan Jakarta gitu loh. Itu sudah banyak contoh seharusnya dilakukan hal yang sama,” jelasnya.

Sebelumnya, nama Anies Baswedan menjadi kepala daerah yang paling populer untuk menjadi capres 2024 versi survei Indo Barometer. Anies menempati peringkat pertama dengan skor 91,7%.

“Anies Baswedan 91,7%. Anies sangat dikenal, Ridwan Kamil (Gubernur Jabar) 65,8% dan Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim) cukup dikenal. Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya) 49,9% dan Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) 47,8%, Nurdin Abdullah (Gubernur Sulsel) 10,7% kurang dikenal di bawah 50%,” ungkap Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari di Hotel Century Park Senayan, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Kemudian nama Anies ini disebut akan bersaing dengan Menhan Prabowo Subianto. Prabowo dan Anies disebut akan bertarung di Pilpres mendatang.

BACA JUGA:  Jadi ASN Kemenkeu Tugasnya Berat, Sri Mulyani: Kalau Tidak Cocok Keluar
Loading...

Survei dilakukan pada 9 Januari 2020 sampai 15 Januari 2020. Sampel dari survei ini berjumlah 1.200 responden dari 34 provinsi. Margin of error survei sebesar 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data wawancara dan tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Loading...
Loading...