HATI-HATI MEMBELI BARANG ONLINE, BANYAK PENIPUAN DENGAN BERBAGAI MODUS, INI SALAH SATU KORBANNYA !

HATI-HATI MEMBELI BARANG ONLINE, BANYAK PENIPUAN DENGAN BERBAGAI MODUS, INI SALAH SATU KORBANNYA !

Oktober 16, 2018 0 By Redaksi
SHARE BERITA INI:
3.344

NESIATIMES.COM – Modus penipuan menjual barang elektronik di Instagram sistem memberi jaminan dan cicilan kepada customer (pelanggan) diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki jaringan.

Sistem memberi jaminan yang dimaksud adalah penjual memberi jaminan berupa KTP dan SIM kepada customer yang melakukan pemesanan hingga transfer uang kepada si penjual. Sedangkan sistem cicilan artinya customer yang tidak memiliki uang cukup untuk membeli lunas dapat memesan barang dengan menyicil setiap bulan, tetapi syaratnya adalah membayar/mentransfer DP (down payment)/uang muka dalam jumlah tertentu, sebagaimana sistem cicilan pada umumnya.

Tidak sedikit yang tergiur dengan modus penipuan sistem memberi jaminan dan cicilan yang diduga dilakukan sekelompok orang ini. Berdasarkan pernyataan dari salah satu korban penipuan menyampaikan bahwa jaminan yang diberikan oleh si penipu hanyalah sebagai alat untuk memuluskan aksinya menipu customer yang ingin membeli barangnya, supaya customer dapat percaya lalu melakukan pemesanan hingga transfer uang sebagai pembayaran.

Namun sayangnya, setelah pembayaran diterima, barang tidak dikirim oleh si penipu. Si penipu sih ngakunya sudah mengirim barang melalui JNE, bahkan si penipu mengirimkan bukti pengiriman. Eh, tapi setelah dicek nomor resinya tidak ada alias tidak benar. Karena sebetulnya tidak dikirim, si penipu hanya mengarang-ngarang nomor resinya saja. Malah si penipu menciptakan alasan bahwa barang tertahan di JNE pusat, bagi yang sistem cicilan segera melunasi cicilannya supaya barang bisa dikirim lagi. Ini alasan yang tidak masuk akal sama sekali. Bagaimana mungkin JNE menahan barang orang? apa wewenangnya? si penipu juga amesia bahwa barang dipesan adalah sistem cicilan. Sepertinya orang yang melakukan ini tidak memiliki otak yang sehat. Makanya pada saat berpikir membuat alasan tidak logis!

INSTAGRAM YANG DIPAKAI PENIPU

Sipenipu memiliki 2 instagram yang diketahui sampai detik ini. Nama instagramnya “Shintia Dewi” dengan nama pengguna “sintiacell_phone_store” (bila mau search, tulis nama penggunanya) nama tokonya yang dipakai adalah “SINTIA CELL PHONE STORE dan BERLIAN CELL” (kemungkinan kepada customer lain bukan nama toko ini yang diberi, bisa jadi pakai nama toko lain).

Kemudian yang nama Instagram yang satunya adalah “Anita_Permatasari (Olshop)” nama pengguna “anitha_permatasari” nama tokonya yang dipakai “CAHAYA SHOP ELEKTRONIC”  akun-akun inilah yang dipakai untuk melakukan promosi barang supaya mendapatkan korban. Sampai detik ini, si penipu masih bebas melakukan aksi menipu dan diduga sudah puluhan orang yang kena tipu.

JAMINAN KTP DAN SIM YANG DIBERI SI PENIPU

Jaminan yang diberikan si penipu agar customer percaya, adalah Foto KTP dan SIM atas nama “ANITA PERMATASARI”, berikut data lengkap sesuai KTP atas nama “ANITA PERMATASARI”. Nama “Anita Permatasari” Lahir di Sumedang 11 November 1992, berjenis kelamin perempuan, beralamatkan di Dusun Gelembung, RT 004 RW 005, Mandalaherang, Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (*silakan klarifikasi bagi yang merasa memiliki data ini)

ALAMAT TOKO MENURUT KETERANGAN SI PENIPU

Alamat toko yang diberikan oleh si penipu di Jalan Purnawarman No 13 Kota Bandung, tepatnya di Gedung BEC (Bandung Elektronic Center) Lt 2 Blok D Nomor 9 (*mohon klarifikasi jika ada yang memiliki toko ini, kami hanya mencantumkan berdasarkan data yg didapatkan dari si penipu, team berkeyakinan ini bukan alamat toko si penipu yang benar, oleh sebab itu team terus melakukan investigasi).

SALAH SATU KORBAN SI PENIPU

Sebut saja namanya AS salah satu korban si penipu. Kronologisnya :

  1. AS hendak membeli barang elektronik sejenis iphone, pada tanggal 22 September 2018, AS mencoba mencari barang elektronik yang ingin dibeli di toko online Instagram. Membeli di toko online Instagram sudah biasa, dan barang selalu diterima, intinya AS tidak pernah ada kecurigaan sedikit pun kalau penjual di Instagram akan melakukan penipuan. Setelah  mencari begitu lama, ketemulah akun “Shintia Dewi” nama pengguna di ig “sintiacell_phone_store”, akun ini menawarkan barang elektronik sejenis iphone dengan modus barang murah, barang dapat dicicil, dan caption barang sedang cuci gudang. Karena barangnya serba murah, Anas kemudian menghubungi via Whatshapp nomor yang tertera di profil akun, dan bertanya-tanya barang elektronik yang sedang ingin dibeli oleh Anas.
  2. Dalam percakapan via Whatshapp, AS mencoba bertanya iphone X warna rose gold, awalnya si penipu menjawab tidak tersedia yang tersedia warna silver dan gold, beberapa menit kemudian si penipu ngechat AS dan mengatakan iphone rose gold ternyata ada. Mendengar itu, AS kemudian berpikir lagi, lalu mengurungkan niat membeli karena uangnya belum cukup, Anas hanya memiliki uang 2 juta.
  3. Mengetahui AS hanya memiliki uang 2 juta, si penipu melancarkan aksi dengan modus menawarkan sistem cicilannya kepada AS, si penipu mengatakan kepada AS bahwa barang bisa dicicil dengan DP 2 juta. Harga barang 3.5 juta, DP dibayarkan 2 jt sisanya dicicil perbulan. AS kemudian tergiur dengan tawaran itu, dan dengan tidak berpikir panjang mentransfer uang sebagai DP sebesar 2 juta ke rekening pelaku an. SHINTIA DEWI
  4. Setelah uang ditransfer, besok paginya, 23 September 2018 dichat oleh si penipu via Whatshapp meminta AS mentransfer sisa pembayaran barang, dengan menggunakan alasan bahwa barang ditahan oleh JNE Pusat, karena pembayaran belum lunas. Katanya, jika tidak dilakukan ditransfer sisanya, barang tidak akan dikirim oleh JNE. Padahal kesepakatan awal antara AS dengan si penipu bahwa barang dibeli dengan sistem cicilan. Sampai detik ini, pelaku tidak mengirimkan barang, malah memblokir nomor Whatshaap AS. Anas menyesalkan dirinya, karena telah secara terburu-buru mengirimkan uang sebesar 2 juta kepada si penipu. AS baru menyadari bahwa dirinya tertipu, setelah pelaku mencoba mencari alasan kalau barang tertahan di JNE Pusat hingga nomor Whatshappnya diblokir oleh si penipu.

Setelah mengkonfirmasi kepada AS (korban) melalui telepon seluler, ternyata AS belum melaporkan pelaku penipuan ini kepada pihak kepolisian karena AS merasa bahwa melapor kepada pihak kepolisian hanyalah kesia-siannya, sebab sudah pernah ada pengalaman mengecewakan terhadap pelayanan Polisi. Tetapi AS mengatakan kepada awak media dalam waktu dekat akan melaporkan pelaku/ si penipu kepada pihak kepolisian supaya pelaku penipuan ini dapat segera ditangkap dan dipenjarakan.

“secepat mungkin saya akan melaporkan pelaku penipuan ini, supaya ditangkap dan dipenjarakan, orang ini tidak boleh dibiarkan, dia akan merajalela, dan akan semakin banyak korbannya” ujar AS.

HARAPAN

AS berharap segera mengetahui keberadaan si penipu agar secepatnya diringkus, dan dipenjarakan. Supaya tidak banyak korban. AS juga berharap kepada masyarakat, siapapun yang mengetahui keberadaan si penipu ini supaya melaporkan kepada pihak kepolisian setempat atau dengan memberitahu AS melalui nomor saudaranya di 081383134392 (Erho) supaya AS bisa cepat melaporkan pelaku/si penipu kepada pihak kepolisian.

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, bantu saya supaya pelaku penipuan ini bisa segera tertangkap, agar tidak ada lagi korban, kita hentikan aksi penipuan ini” tutup AS.

 

CATATAN REDAKSI :

  1. Redaksi tidak serta merta bertujuan mencermarkan nama baik orang yang memiliki nama persis dengan “SHINTIA DEWI” DAN “ANITA PERMATASARI” sebagaimana yang telah ditulis dan ditampilkan di berita ini.
  2. Redaksi hanya menulis/menyebutkan dan menampilkan yang berdasarkan data dan keterangan yang diberikan oleh korban dan hasil investigasi.
  3. Team masih melakukan investigasi lebih dalam terhadap data yang didapatkan.
  4. Nama korban menjadi AS berdasarkan permintaan si korban
  5. Redaksi telah mengganti judul berita dari “MODUS BARANG ELEKTRONIK DAPAT DICICIL, SEKELOMPOK ORANG YANG MEMILIKI JARINGAN MENIPU PELANGGAN, DAN DIDUGA SUDAH BANYAK KORBAN” menjadi “HATI-HATI MEMBELI BARANG ONLINE, BANYAK PENIPUAN DENGAN BERBAGAI MODUS, INI SALAH SATU KORBANNYA !”

 

(RED: EFG)