Himbauan Bagi Umat Kristen dan Gereja Jelang 20 Oktober 2019 Ramai di FB

Himbauan Bagi Umat Kristen dan Gereja Jelang 20 Oktober 2019 Ramai di FB

Oktober 19, 2019 0 By Redaksi
SHARE BERITA INI:
3.083 📶

NESIATIMES.COM – Seperti diketahui, 20 Oktober 2019 yang secara kebetulan jatuh pada hari Minggu dimana seperti biasanya setiap hari Minggu Umat Kristen akan datang ke Gereja untuk melaksanakan ibadah.

Kali ini 20 Oktober yang bertepatan pada hari Minggu tidak akan berlangsung seperti biasanya, namun, ada agenda besar Negara yang akan dilaksanakan pada hari itu.

Agenda besar tersebut adalah Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024.

Bagi umat Kristen, Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober yang jatuh pada hari Minggu tersebut tidak menjadi persoalan, justru mendoakan agar acara Pelantikan ini dapat berjalan dengan sukses dari awal sampai selesai.

Loading...

Seperti diungkapkan Berkati, seorang Mahasiswa Katolik di Yogyakarta bahwa dia mendukung kelancaran Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih pada 20 Oktober 2019.

“Kita dukung, kita doakan semoga berjalan lancar Pelantikan Pak Jokowi dan Pak KH Maruf Amin” ucap Berkati.

Namun, disela-sela wawancara, Berkati sempat menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi bangsa akhir-akhir ini.

Dimana, kata dia, bangsa Indonesia akhir-akhir ini dihadapkan pada permasalahan aksi terorisme.

BACA JUGA:  Danrem 071/Wijayakusuma: Waspada Jarimu Menari, Jangan Sampai Sebar Hoaks

Kata dia, aksi terorisme ini kadang-kadang tidak bisa ditebak, bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa sepengetahuan kita. Oleh karena itu teruslah waspada.

Tapi Meski begitu, dia percaya lembaga keamanan TNI-Polri dapat menjadi garda terdepan yang akan menuntaskan aksi terorisme di Indonesia.

Lanjut Berkati, Penangkapan anggota JAD di Cirebon merupakan bukti bahwa Polri bekerja secara maksimal dalam memberantas aksi terorisme.

Dilansir dari detikcom, Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri menuturkan, selain terduga teroris YF dan BA dan RF, Densus juga telah menangkap dua orang anggota JAD Cirebon lainnya berinisial SA dan LT. Hasil pemeriksaan sementara, JAD Cirebon akan melakukan serangan ke Mapolres Cirebon dan tempat ibadah di wilayah Cirebon.

“Untuk Saudara LT ini sudah dipersiapkan sebagai pengantin. Sasarannya Mako Polri di Cirebon dan tempat ibadah di Cirebon. Bahan campuran bom, ada paku, baut, gotri namun sekarang tambahan bahan kimia,” terang Dedi.

Berkaitan dengan 20 Oktober 2019, dan berbagai ancaman terorisme yang akhir-akhir ini mengkhawatirkan seluruh masyarakat Indonesia, muncul Akun Facebook milik Catherina Feng Jian, mengunggah sebuah status di Facebook yang substansinya adalah himbauan bagi Umat Kristen dan Gereja pada 20 Oktober 2019.

BACA JUGA:  Tak Lagi Jadi Anggota DPR RI, Fahri Hamzah Kini Jualan Kopi
Loading...

Status Catherina ini telah dibagikan ratusan kali dan dikomentari ribuan orang.

Berikut isi status tersebut yang dikutip nesiatimes.com:

Menginformasikan kepada seluruh umat Kristen dan Rumah Ibadah Gereja pada khususnya.
Dalam Kondisi Siaga 1 Kepolisian Republik Indonesia pada tanggal 20-10-2019.
UNTUK UMAT GEREJA
1. Umat di minta untuk tidak membawa tas besar/ransel di ibadah minggu;
2. Sebisa mungkin yang membawa sepeda motor untuk melepaskan helm atau Penutup kepala (Masker) ketika masuk ke halaman gereja.
3. Yang memakai kendaraan online tidak di perkenakan naik/Turun penumpang di dalam area gereja atau di bahu jalan di depan gereja.
4. Peduli dengan siapa disamping kiri kanan anda, dengan datang kegereja dan memberi salam dengan umat yang duduk di samping kanan kiri anda.
UNTUK PELAYAN BERTUGAS
1. Bertugas di pintu kiri dan kanan, sebisa mungkin kenali umat gereja anda
2. Perkecil ruang gerak. Dengan menutup pintu samping, jadi hanya pintu utama yang di buka.
3. Diharapkan semua rekan Majelis atau pelayan gereja melakukan tugasnya sesuai “Jadwal” dan bila berhalangan, supaya mencarikan pengganti agar komposisi yang bertugas sesuai Jumlah.
UNTUK SECURITY
1. Bahu jalan di depan Gereja harus “steril” dengan parkir Mobil
2. Pintu pagar gereja hanya dibuka, sebatas badan dan motor.
3. Masuk ke ruang Ibadah hanya melalui “Pintu Utama” Gereja, yang dijaga oleh Presbiter bertugas atau Relawan yang piket.
4. Pintu samping kiri Gereja ditutup, dan Security atau Relawan yang bertugas hanya membukanya bila dibutuhkan.
5. Jemaat yang naik turun dari kenderaan pribadi atau Angkutan Umum dihimbau supaya jangan turun persis di depan gereja
6. Dihimbau kepada umat yang naik Gojek, agar jangan turun di depan Gereja
7. Jemaat yang memakai motor, sebelum masuk gereja harus membuka helm dan penutup hidung (Masker)
Diminta kewaspadaan semua umat dan gereja.
(EFG/AR)
Loading...
Loading...