Ini Dia Cara Mengatasi Mental Abuse

Ini Dia Cara Mengatasi Mental Abuse

Agustus 23, 2019 0 By Meliana Leonardi
SHARE BERITA INI:
96

NESIATIMES.COM – Banyak dari kita sudah pernah mendengar  istilah “perkataan atau perilaku bisa merubah kepribadian seseorang”. Pikiran menjadi kata, kata menjadi tindakan, dan tindakan menjadi kebiasaan.

Saat seseorang menghina atau berkata kasar kepada suatu individu dan hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang, maka individu tersebut akan merasa dirinya buruk dimata orang-orang.

Terkadang kita tidak menyadari bahwa hal tersebut banyak terjadi di sekitar kita hanya karena dampak dari mental abuse tidak dapat terlihat secara langsung.

Ada banyak orang yang depresi disebabkan oleh perkataan negative dari orang lain. Tragisnya, tidak semua orang menunjukan hal itu secara terang-terangan. Para korban mental abuse memasang wajah gembira dan menutupi tekanan yang ia rasakan hanya karena tidak ingin orang di sekitarnya menjadi khawatir.

Tetapi dengan memperhatikan seseorang yang terlihat seperti kurang percaya diri, terlihat mempunyai tekanan batin, ataupun terlihat putus asa itu juga bisa dikatakan orang tersebut mengalami mental abuse yang dilakukan oleh orang lain terhadap dirinya.

Secara tidak langsung mental abuse dapat diartikan sebagai sebuah perlakuan yang menyakiti seseorang secara mental, dimana hal tersebut bisa berupa sebuah ucapan verbal atau perlakuan yang cenderung menghancurkan pikiran korbannya.

Sedangkan untuk orang yang melakukan mental abuse terhadap suatu individu itu disebut dengan mental abuser. Tanpa kita sadari, mungkin saja kita sebenarnya adalah seorang mental abuser.

Sebagai contoh dari mental abuse yang sangat sederhana “sudahlah tidak usah berbicara, omonganmu tidak jelas”, dengan kita berbiara seperti itu kepada teman kita, dapat dipastikan dirinya akan berubah menjadi seorang yang pendiam.

 

Lalu bagaimana cara mengatasi Mental Abuse?

 

Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah lebih berhati-hati dalam bersikap ataupun berucap kepada orang lain. Pastikan diri kita bukanlah seorang mental abuser.

Lalu,kita juga harus selalu berpikir positif dan melatih mental kita untuk selalu melihat segala sesusatu dari sisi baiknya di semua masalah yang kita hadapi.

Dengan berpikir positif, kita dapat melatih diri kita untuk mempertimbangkan langkah yang akan kita ambil selanjutnya, yang pasti adalah langkah baik tanpa menyakiti hati orang lain dan diri kita sendiri.

Terakhir, kita harus menemukan sesuatu yang dapat menetralisir kepahitan dalam hidup agar selalu bersyukur dan berbahagia.

(EFG/MEL)