Lem Aibon 82,8 M & Pulpen 123 M, Anies: Ini Ada Kesalahan Pada Sistem E-Budgeting

Lem Aibon 82,8 M & Pulpen 123 M, Anies: Ini Ada Kesalahan Pada Sistem E-Budgeting

Oktober 31, 2019 0 By Redaksi
SHARE BERITA INI:
818 ūüď∂

JAKARTA РRencana penggunaan anggaran di DKI Jakarta berbuntut panjang setelah kemunculan sejumlah petikan komponen pengadaan yang ganjil dan hal ini sedang hangat dibicarakan di medsos.

Dua di antaranya adalah anggaran pengadaan lem aibon yang disebut Rp82,8 miliar dan anggaran pulpen sebesar Rp123 miliar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada masalah dalam sistem e-budgeting yang diterapkan.

Anies menyebut sistem e-budgeting tersebut tidak memiliki pola verifikasi anggaran. Oleh karena itu, katanya, sistem itu riskan akan kesalahan karena harus diverifikasi manual oleh manusia.

Loading...

Sistem e-budgeting merupakan sistem penganggaran terkomputerisasi. Awal mula sistem ini dicanangkan sejalan dengan keluarnya Peraturan Gubernur nomor 145 tahun 2013 tentang penyusunan APBD melalui electronic budgeting.

Penerapan sistem anggaran secara daring ini baru digencarkan pada era Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di kursi Gubernur DKI.

Namun, Anies menganggap masih banyak kekurangan pada sistem tersebut sehingga diperlukan perubahan.

Menurut Anies, sistem ini masih mengandalkan koreksi yang dibuat manusia.Tak jarang menurut Anies banyak permasalahan anggaran serupa ditemukan di tahun sebelumnya.

“Selama bertahun-tahun mengandalkan manusia [untuk melakukan verifikasi secara manual], bedanya mau dipanggungin atau tidak begitu. Betul tidak begitu? Kan ditemukan juga di era-era sebelumnya. Selalu seperti ini,” kata Anies.

(EFG/AR)

BACA JUGA:  Heboh Anggaran Disdik DKI Jakarta, Pembelian Lem Aibon Rp 82 Miliar
Loading...
Loading...