Mahasiswa Kembali Tuntut Janji Gubernur Malut Naikkan Harga Kopra

Mahasiswa Kembali Tuntut Janji Gubernur Malut Naikkan Harga Kopra

Desember 11, 2018 0 By Redaksi
SHARE BERITA INI:
381

NESIATIMES.COM, MALUKU UTARA – Mahasiswa Koalisi Perjuangan Rakyat (KOPRA) Maluku Utara  kembali melakukan aksi unjuk rasa menuntut kenaikan harga kopra, Senin (10/12/2018).

Aksi dilakukan di depan Kantor Walikota. Dalam aksinya, mahasiswa kembali mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara menaikan harga kopra di Maluku Utara yang saat ini harganya anjlok dengan kisaran Rp 2.300 hingga Rp 3.000 per kilogram. Mahasiswa juga meminta Pemprov Malut membuat rancangan peraturan Gubernur (pergub) yang mengatur tentang komoditi unggulan di Maluku Utara seperti cengkeh, kelapa dan kopra. “Kami juga minta pemerintah daerah dapat menyediakan industri untuk pengolahan kelapa,” kata orator massa.

Massa juga meminta Pemprov Malut menolak perusahaan kelapa sawit serta dapat mengatasi para tengkulak kopra dalam rangka mengatasi adanya permainan harga. “Ini karena kopra di Manado harga kopra Rp 8.000 per kilogram kemudian di Surabaya Rp 12.000 per kilogram,” kata orator massa aksi lagi.

Setelah berorasi sekitar dua jam, massa aksi menunggu hasil keputusan DPRD bersama Kepala Dinas Pangan Malut, Saiful Turuy. Karena sudah hearing pada hari senin kemarin. Dari hearing tersebut, ada tiga point kesepakatan, satu diantaranya Pemprov Malut akan menaikkan harga kopra mulai Senin 26 November 2018.

“Untuk kisaran berapa kenaikannya belum tahu karena saat ini pemerintah masih mengecek harga kopra di sejumlah daerah serta masih kita akan bahas ini,” kata Korlap Julfandi Gani, Kesepakatan lainnya yaitu, menjelang Natal pada Desember 2018 nanti, pemprov malut akan menggelar pasar murah di 10 kabupaten dan 2 kota di Maluku Utara

Menurut koordinator lapangan (Korlap) bahwa “Pemerintah Maluku Utara cukup janji (Torang so tara percaya) penuhi tuntutan masyarakat Maluku Utara,yang sudah beberapa waktu kalian tipu. Ngoni so tipu Torang pe mama deng papa di provinsi maluku utara bilang kase nae harga kopra tu ucap jul” ungkapnya.

Mulai dari MoU (Memorandum of Understanding) yang berisi perjanjian kerja sama untuk mengatasi masalah anjloknya harga kopra yang tidak jelas (cuman kasih sorga telinga) serta akan berikan subsidi 2 miliar untuk anak petani yang banyak putus sekolah gara-gara harga kopra turun. Kami juga mahasiswa telah melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi pada Senin, (3/12/2018) kemarin dan sudah melahirkan beberapa kesepakatan yang kemudian akan dibicarakan di Hotel Grand Majang.

Tetapi sampai detik ini belum ada kejelasan atas kesepakatan tersebut. Kami atas nama Koalisi perjuangan Rakyat (Kopra) Maluku Utara memberikan peringatan agar pemerintah Provinsi Maluku Utara lebih serius memperhatikan masalah turunnya harga kopra.

Tuntutan Rakyat Tani Kopra, Pertama, meminta Gubernur Maluku Utara segera mengeluarkan Pergub untuk selamatkan harga kopra. Kedua, jika gubernur tidak bisa mengeluarkan pergub maka meminta Presiden Indonesia harus mengeluarkan Perpres tentang kopra. Ketiga, meminta DPRD Provinsi dan pemerintah Provinsi Maluku Utara segera memperjelas rapat koordinasi di Hotel Grand Majang. Keempat, meminta DPRD dan pemerintah Provinsi Maluku Utara segera melakukan perombakan APBD 2019 untuk selamatkan petani Maluku Utara pada masa akan datang. Kelima, meminta Polda dan Kemenkuham segera mengusut tuntas kasus penganiayaan dan penembakan terhadap petani Galela dan mahasiswa Maluku Utara di Jakarta. Hentikan setiap Tindakan pelanggaran HAM terhadap petani dan mahasiswa. Laksanakan pasal 33 dan pasal 18, huruf (b) ayat (2) Tahun 1945. (ilon).

 

(RED: EFG/SUMBER: NESIATIMES)