Masyarakat Sebut Ada Proyek “SILUMAN” di Desa SB Lorang, Pulau-Pulau Batu Utara, Nisel

Masyarakat Sebut Ada Proyek “SILUMAN” di Desa SB Lorang, Pulau-Pulau Batu Utara, Nisel

Oktober 16, 2018 0 By Redaksi
SHARE BERITA INI:
523

NESIATIMES.COM, NIAS SELATAN – Salah satu proyek di Desa SB Lorang Kecamatan Pulau – Pulau Batu Utara, Nias Selatan diduga sebagai proyek siluman oleh masyarakat setempat, ini disebabkan karena proyek yang sedang dikerjakan tidak memiliki papan informasi atau plang proyek, dan dinilai pengerjaannya ada penyimpangan.

Hal itu dibenarkan oleh mantan Kepala Desa SB Lorang Daniel Laia yang mengungkapkan bahwa proyek pembangunan DAM di Desa SB lorang tidak pernah dipasang plang proyek.

“Pantauan kami masyarakat desa SB Lorang dilokasi proyek, dari awal sampai pertengahan pekerjaan ini dan tidak pernah dipasang papan proyek” ungkap Daniel, Minggu (07/10/18)

Akibat tidak dipasangnya papan informasi proyek, membuat masyarakat bertanya-tanya karena tidak mengetahui sumber anggaran proyek tersebut. Berdasarkan hal itu, dinilai terjadi pelanggaran secara bersama-sama diduga dilakukan oleh para pihak rekanan pelaksana proyek. Sebagaimana tertuang dalam peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, yang juga tercatat dalam surat perjanjian kontrak (SPK).

Mekanisme pelaksanaan kegiatan pembangunan secara umum, termasuk pemasangan papan nama proyek memiliki sejumlah aturan hukumnya, salah satunya peraturan Menteri pekerjaan umum nomor : 29/PRT/M/2006 tentang pedoman persyaratan teknis bangunan gedung. Juga peraturan Menteri pekerjaan umum nomor : 12/PRT/M/2014 tentang penyelenggaran sistem drainase perkotaan.

Dalam SPK, kontraktor sebagai penyedia barang dan jasa telah berjanji kepada pihak pemerintah akan mematuhi aturan yakni sebelum dan selama kegiatan pembangunan dilaksanakan harus memasang papan informasi proyek yang mencantumkan nama proyek, nama pemilik, lokasi, tanggal izin, pemborong dan direksi pengawas dengan cara pemasangan yang rapi dan kuat.

Dalam hal proyek yang cukup besar, maka papan proyek tersebut harus dipasang ditempat yang dapat mudah dilihat oleh masyarakat umum.

Team beberapa kali telah memantau ke lokasi kegiatan proyek di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan, dinilai ada indikasi kecurangan atau penyimpangan yang diduga menimbulkan kerugian negara. Sesuai tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan pada pekerjaan tersebut, dari titik patok nol sampai 200 meter yang dipakai pasir pantai dan batu lokal, selanjutnya pemakaian pasir pantai yang masih basah air laut dan sedangkan batu ada dua jenis, satu batu biasa yang diambil dari dasar laut dan satu batu dari terumbu karang.

Masyarakat dan pemuda Desa SB Lorang bertanya – tanya, sudah satu minggu berjalan pekerjaan ini dan tidak dipasang papan informasi proyek. Masyarakat menilai proyek pembangunan DAM ini adalah proyek “SILUMAN ” Masyarakat tidak dilibatkan, termasuk dalam hal pengangkutan bahan bangunan, seperti pasir.

Loading...

Salah satu tokoh adat masyarakat, Sanotona Wate, dan Pemuda Desa SB Lorang Majuri Sarahono menyampaikan rasa kecewa akan pembangunan DAM Pantai yang sedang dilakukan di Desa SB Lorang, karena tidak ada keterbukaan publik mengenai proyek yang sedang dikerjakan dan juga tidak ada pelibatan masyarakat dalam hal pengangkutan bahan bangunan. Terhadap hal itu,  mendesak Bapak BUPATI NIAS SELATAN DR. HILARIUS DUHA, S.H.,M.H dan KADIS PU NIAS SELATAN agar segera menghentikan proyek DAM Pantai di Desa SB Lorang Kecamatan Pulau-Pulau Batu  Utara Nias Selatan karena selain alasan yang telah disebutkan, proyek ini dapat menimbulkan kerugian Negara sebab dikerjakan tidak sesuai ketentuan yang berlaku.

 

(RED: EL/SUMBER: SS/NiasTIMES)

Loading...