Napoleon Bonaparte Seret Yosonna Laoly dan Jhoni Ginting dalam Kasus Djoko Tjandra, Bilang Begini

Napoleon Bonaparte Seret Yosonna Laoly dan Jhoni Ginting dalam Kasus Djoko Tjandra, Bilang Begini

23 Februari 2021 0 By Redaksi

NESIATIMES.COM – Irjen Pol Napoleon Bonaparte membacakan nota pembelaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/2/2021).

Terdakwa kasus suap penghapusan Red Notice Djoko Tjandra itu turut menyeret nama Menkum HAM Yasonna Laoly dan Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting.

“Bahwa penghapusan nama Joko Soegiarto Tjandra dalam sistem ECS adalah kewenangan Menteri, Hukum dan HAM RI atau Dirjen Imigrasi,” ujarnya, seperti dikutip dari INDOZONE.

Kemudian, Napoleon menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah menjadi tanggung jawabnya lantaran ia merasa tidak memiliki kewenangan.

Eks Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri itu meminta majelis hakim membebaskannya dari seluruh dakwaan serta tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Lebih lanjut, dalam surat dakwaan, tertuang bahwa Napoleon memerintahkan penerbitan surat yang ditujukan kepada Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM RI.

Selanjutnya, pihak imigrasi lantas menghapus nama Djoko Tjandra dari status DPO, pada 13 Mei 2020.

Sementara itu, JPU menuntut dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan.

JPU menilai Napoleon menerima suap senilai Rp7 miliar untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari DPO.

BACA JUGA:  Sutarwan Sudah Ditangkap, Polisi Minta Pelaku Lain Menyerah, Jika Tidak Ingin Press Release di Kamar Jenazah

(Mel/Rah).