Nekat Lempar Atap Pabrik, 4 IRT Ini Dijebloskan ke Penjara, Yaampun

Nekat Lempar Atap Pabrik, 4 IRT Ini Dijebloskan ke Penjara, Yaampun

22 Februari 2021 1 By Redaksi

NESIATIMES.COM – Empat ibu rumah tangga bernama Nurul Hidayah (38), Martini (22), Hulyiah (40), dan Fatimah (49) harus mendekam di penjara sejak Rabu (17/2/2021).

Keempatnya melakukan pelemparan sebuah pabrik tembakau UD Mawar milik Suhardi pada 26 Desember 2020 lalu.

Mirisnya, dua dari empat ibu tersebut turut membawa dua anak balitanya ke Rumah Tahanan (Rutan) Praya, Lombok Tengah.

Melansir dari KOMPAS.com, Ismayadi (41), suami Fatimah mengaku bingung menjelaskan kepada anaknya terkait keberadaan ibunya.

Ismayadi menuturkan bahwa kerusakan tersebut sangat tidak sepadan dengan apa yang istrinya alami.

Sementara itu, Agustino (23) suami Martini serta Mawardi (41) suami Nurul Hidayah mengaku tidak bisa menjenguk istrinya karena jam besuk sudah tutup.

Agustino merasa sedih lantaran tidak bisa bertemu dengan anaknya yang kini harus mendekam di penjara bersama ibunya.

Menurutnya, sang istri nekat melempari karena pabrik tersebut mengeluarkan bau menyengat yang menyebabkan anaknya sesak nafas.

Sementara itu, Yan Mangandar dari Biro Konsultasi Bantuan Hukum Universitas Mataram menuturkan bahwa hukuman tersebut sangat berlebihan.

Sedangkan Suhardi selaku pemilik pabrik justru mempertanyakan alasan ibu tersebut membawa anaknya pasalnya ketika melakukan pelemparan dan pemeriksaan mereka tidak membawa anak.

Kemudian, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lombok Tengah, Otto Sompotan membantah bahwa pihaknya menahan anak-anak.

Otto mengaku tidak melihat anak-anak pada saat itu dan pihaknya telah melakukan penahan sesuai prosedur.

(Leo/Rah).