Pendaftaran Kartu Prakerja Ke-12 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Manfaat yang Didapat

Pendaftaran Kartu Prakerja Ke-12 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Manfaat yang Didapat

24 Februari 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM — Usai berhasil menjangkau 5,5 juta peserta pada gelombang ke-11 di tahun 2020, kini pemerintah kembali membuka program kartu prakerja gelombang ke-12.

Pada gelombang ke-11, peserta tersebar di 514 kabupaten kota dan 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Para pencari kerja atau pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan tentu tidak boleh melewatkan kesempatan ini.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, setidaknya 600 ribu peserta dapat mengikuti pendaftaran kartu prakerja gelombang ke-12 ini.

“Gelombang 12 akan dibuka dengan kuota 600.000 peserta, jadi ini sesuai dengan kemampuan dari teknologi kartu prakerja,” kata Airlangga Hartarto, Selasa (22/2/2021) dikutip dari Antara.

Namun, dalam satu keluarga maksimal hanya dua orang saja yang dapat mendaftar.

Jika Anda berminat untuk mendaftar, maka Anda harus memerhatikan beberapa syarat, sebagai berikut:

 1. Merupakan pencari kerja atau penganggur (lulusan baru maupun korban PHK), pekerja (buruh atau karyawan) dan wirausaha berusia 18 tahun ke atas.

2. Tidak sedang mengikuti pendidikan formal bukan penerima bantuan sosial Kementerian Sosial Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), BLT Subsidi Upah (BSU) maupun Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

3. Bukan anggota TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota DPR/DPRD, anggota BUMN/BUMD dan lainnya.

BACA JUGA:  Ini Perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat Lantik 4 Kapolda Baru, Simak Baik-baik
Lalu, manfaat apa yang akan Anda terima dari program ini?

Manfaat yang dapat Anda terima antara lain bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta.

Kemudian, insentif pasca pelatihan total Rp 2,4 juta (Rp 600 ribu x 4 bulan) dan insentif pascasurvei total Rp 150 ribu (Rp 50 ribu x 3 survei).

Tidak tanggung-tanggung, menurut pemaparan Airlangga, rencana pelaksanaan program kartu prakerja pada semester I-2021 ini memiliki  anggaran hingga Rp10 triliun dengan target peserta mencapai 2,7 juta orang.

Berdasarkan survei BPS, program semi-bansos berhasil memberikan keterampilan kepada peserta dan melindungi daya beli masyarakat dengan sebanyak 88,9 persen peserta memperoleh peningkatan skill.

Tidak hanya itu, sebanyak 81,2 persen peserta juga mendapatkan insentif untuk kebutuhan sehari-hari.

Airlangga memastikan program ini menjanjikan adanya inovasi dalam peningkatan kualitas kerja karena berbasis digital yang lebih efisien.

Program ini juga berorientasi kepada pengguna dan menjanjikan kolaborasi secara kompetitif dengan menggandeng swasta maupun lembaga pelatihan.

Selain itu, program ini juga mendorong semangat bekerja termasuk kewirausahaan dan bersifat inklusif karena mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, program prakerja ini dipercaya dapat membantu menekan angka pengangguran di tanah air.

(Mel/Mel)