Pria Inisial OI Berbuat Nekat sama Pacarnya, Sudah 30 Kali, Yaampun

Pria Inisial OI Berbuat Nekat sama Pacarnya, Sudah 30 Kali, Yaampun

15 Februari 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – OI (18) warga Banyuwangi Jatim terlibat kasus persetubuhan anak karena menyetubuhi pacarnya, M yang masih berusia 16 tahun.

Tak hanya sekali, OI menyetubuhi M hingga 30 kali dengan mengancam akan menyebarkan rekaman video persetubuhan mereka jika M menolak.

Semua berawal pada Februari 2020, saat itu OI membujuk rayu pacarnya, M untuk bersetubuh dengannya dan berjanji akan menikahi korban.

Dari hasil bujuk rayu itu, mulai dari Februari hingga Oktober 2020, pelaku menyetubuhi M sebanyak 30 kali.

”Dari hasil bujuk rayu tersebut, dilakukan persetubuhan dimulai dari Februari 2020 sampai dengan Oktober 2020 dengan berganti hari,” jelas Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin dikutip dari jpnn.com.

Pada saat melakukan hubungan intim layaknya suami-istri, OI sempat merekam adegan tersebut dengan alasan sebagai ‘obat kangen’ ketika mereka tidak bersua.

Tak berhenti di situ, pelaku juga terus memaksa korban untuk mengirimkan foto bugilnya.

Tidak salah lagi, rekaman dan foto-foto tersebut kemudian pelaku gunakan untuk mengancam M agar terus melayani nafsu bejatnya.

BACA JUGA:  Timah Panas, Hadiah Buat HS karna Berniat Kabur saat Mau Ditangkap, Kasusnya Berat

Akhirnya, keluarga korban melaporkan kasus ini ke Kepolisian.

Dari laporan tersebut polisi kemudian mulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti yang kuat untuk menetapkan OI sebagai tersangka.

Barang bukti tersebut antara lain berupa sejumlah pakaian pelaku dan korban, sebuah HP merek Samsung J4+ warna biru, sebuah handphone merek Vico y91c warna merah ungu dan keping VCD yang berisi rekaman video persetubuhan.

Akibat perbuatan kejinya, pelaku terjerat pasal 81 ayat (2) Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang, dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

(Leo/Mel)