Profesor Unsyiah Aceh Meyakini Ganja Sebagai Obat COVID-19

Profesor Unsyiah Aceh Meyakini Ganja Sebagai Obat COVID-19

Maret 27, 2020 0 By IKHSAN DWI SAPUTRA
SHARE BERITA INI:
54 📶

JAKARTA – Peneliti ganja dari Universitas Syah Kuala (Unsyiah), Aceh, Profesor Musri Musman meyakini ganja memiliki potensi untuk menjadi obat penangkal virus Corona. Musri menerangkan di dalam ganja terdapat kandungan senyawa atau ekstrak bernama Cannabidiol atau CBD. CBD ini dirasa mampu menghentikan pengeluaran antibodi berlebihan. Tidak sembarangan, Musri mengatakan ada banyak penelitian yang mendukung keyakinannya. Pengujian untuk CBD, kata dia bahkan telah dilakukan untuk mengobati penyakit paru-paru yang disebabkan oleh virus.

“Jadi ganja itu harus diekstrak dulu. Nah penelitian itu bukan satu, tapi ada banyak yang melakukan ada pada penyakit asma, herpes dan lain-lain”, kata Prof Musri, Seperti dikutip dari detikcom,  Jum’at (27/03/2020).

Sumber Gambar: modusaceh.co

Disebutkan oleh Musri, pada penyakit paru-paru, asma, dan herpes, kandungan ekstrak ganja mampu mereduksi penyakit tersebut sehingga memberikan kesembuhan. Kemudian dia meyakini pola kerja ekstrak ganja terhadap virus corona juga akan sama seperti itu. Lalu, Musri menjelaskan cara virus corona masuk ke dalam tubuh mirip dengan penyakit paru-paru, yaitu melalui saluran paru-paru yang setelahnya menimbulkan penyakit pneumonia (radang paru-paru).

“Pola bekerja virus corona seperti analogi kondisi orang yang mengalami asma, herpes dan penyakit paru-paru”, kata Musri.

Beberapa peneliti, kata Musri, mencoba mengobati pasien tersebut dengan kandungan ekstrak ganja. Hasilnya, CBD mampu menjadi anti peradangan dan anti inflamasi.

“Saya mengambil kesimpulan kalau CBD pada penyakit tersebut bisa melakukan anti inflamasi, mengapa tidak pada kasus corona,” ujarnya.

Loading...

Lebih lanjut, Musri menuturkan, kalau kandungan ekstrak ganja terdapat pada daun, bunga dan biji ganja kemudian cara penggunaan untuk mengobati penyakit adalah dengan diminum. Musri tidak menyarankan ganja untuk dihisap.

“Jadi untuk mengobatinya tidak dengan menghisap ganja, tapi memberikan ekstrak minyaknya,” pungkasya.

  (EFG/IKHSAN)

Loading...
Loading...