Sedih! Demi Sembako Gratis, Ibu Ini Ajak 3 Balita Jalan Kaki 10 KM Tanpa Sandal

Sedih! Demi Sembako Gratis, Ibu Ini Ajak 3 Balita Jalan Kaki 10 KM Tanpa Sandal

Mei 21, 2020 Off By IKHSAN DWI SAPUTRA

JAKARTA – Seorang warga Kampung Cikanyere, Desa Ciendeur, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur bernama Imas Yani (30) mengajak empat anaknya yang masih kecil berjalan kaki sejauh 10 Kilometer ke rumah seorang dermawan untuk mendapatkan sembako gratis.

Imas Yani (30) warga Kampung Cikanyere RT 03/04, Desa Cieundeur, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Imas membawa empat bocah, tiga di bawa balita saat menjemput dua keresek sembako dengan jalan kaki 2 jam (Sumber: Kompas.com)

Dermawan yang kerap dipanggil bu haji tersebut berada jauh di kawasan Bilenglang, Kecamatan Cilaku.

Dari empat anak yang diajak, tiga diantaranya masih balita dan mereka berjalan tanpa mengenakan sandal. Empat anak Imas diantaranya Fitria (10), Anisa (4), Najir (3), Iis Samsiah (2,5).

“Saya berjalan kaki pergi dari rumah tadi pukul 06.00 WIB, tiba di rumah bu haji pukul 08.00 WIB,” kata Imas seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (20/05/2020).

Imas mengaku, tidak mendapat bantuan Covid-19 dan setiap tahun menjelang lebaran ia selalu datang ke rumah dermawan tersebut untuk mendapatkan beras dan minuman.

“Saya tidak dapat bantuan Covid-19, sudah setiap tahun saya seperti ini berjalan kaki ke rumah bu haji,” ujar Imas.

Setelah bantuan ada di tangan, ibu dan keempat anaknya kembali pulang dengan berjalan kaki. Mereka memilih berjalan kaki sebab tidak memiliki ongkos untuk naik kendaraan umum. Selain itu, Imas menceritakan kalau butuh waktu yang lebih lama saat perjalanan pulang karena cuaca sudah panas sehingga membuat mereka kerap beristirahat dengan berteduh di emperan warung.

“Pulangnya lumayan lama ini, karena panas dan bawa barang jadi kami banyak berteduh, kasihan juga anak-anak ada yang tak pakai sandal jadi kakinya pasti panas,” tutur Imas.

Imas bercerita jika ia masih memiliki suami. Namun sang suami tak bekerja. Sementara ia tidak berdaya karena harus mengurus empat anaknya yang masih kecil-kecil.

“Suami ada tapi menganggur,” kata Imas.

 

BACA JUGA:  Bangun Komunikasi Sosial Lewat Sholat Subuh Berjamaah

(EFG/IKHSAN).

254 COPYRIGHT@2020 - NESIATIMES.COM | MENRA GROUP