Terancam 3 Tahun Penjara, Pelaku Bully Penjual Jalangkote: Saya Sudah Tidak Kuat Lagi Tuhan!

Terancam 3 Tahun Penjara, Pelaku Bully Penjual Jalangkote: Saya Sudah Tidak Kuat Lagi Tuhan!

Mei 21, 2020 Off By YAARO

NESIATIMES.COM – Pelaku yang membully Bocah Penjual Gorengan di Pangkep mengaku Bertobat.

Firdaus adalah salah satu pelaku yang melakukan bullying terhadap bocah penjual jalangkote yang bernama Rizal.

Namun apa yang kini didapat si pelaku? Balasan yang lebih kejam dari perbuatannya.

Pelaku sudah memberikan permohonan maaf setelah diamankan polisi.

Mohon Maaf Atas Tindakan Saya. Mohon Semua Masyarakat Bisa Memaafkan Saya,” tulis Firdaus dengan nama akun Andi Putra Yusuf, pada Senin (18/5/2020).

Setelah mengunggah status permohonan maaf tersebut, tak berselang lama Firdaus kembali mengunggah status berikutnya atau yang kedua.

“Semua Manusia mempunyai Kesalahan dan Kekhilafan. Semoga Semua Masyarakat Indonesia Bisa Memaafkan Perbuatan Saya.”

“Tolong Jangan Bully Saya Lagi, Saya Sudah Tidak Kuat Tuhan

Namun setelah beberapa jam, 2 status yang diunggah tersebut telah dihapusnya.

Selanjutnya, dia kembali mengunggah foto dirinya memukul korban dan menulis status

“Yang baca monyet” pada Senin (18/5/2020) malam.

Akun Facebook Firdaus terus aktif dan tetap mengunggah status-status setiap jamnya, meskipun tengah diproses hukum di markas Polres Pangkep.

Postingan Firdaus ( Akun FB : Andi Putra Yusuf) Yang memohon Maaf kepada Seluruh Rakyat Indonesia (Sumber: Tribunnews.com)

Sementara itu, Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, mengungkapkan motif 8 pemuda pelaku bullying terhadap Rizal, yakni karena iseng sebagai bahan candaan.

BACA JUGA:  Polisi Peduli Penghijauan, Kapolda Banten Tanam 2020 Batang Pohon

Hal tersebut terungkap setelah para pelaku menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Keisengan tersebut, kata Ibrahim, berawal dari korban Rizal yang pernah mengungkapkan bahwa dirinya sebagai jagoan di daerah tersebut.

Demikian hal itu diketahui dari pengakuan pelaku.

“Korban pernah bercanda dan mengatakan dalam bahasa Bugis (iya’ tolo’na Ma’rang) yang artinya iya jagoannya daerah Ma’rang.” seperti dikutip dari Tribunnews.com.

“Di situlah, para tersangka mengerjai korban sebagai bahan candaan, namun kelewat batas,” kata Ibrahim.

Meski hanya bercanda, Ibrahim menambahkan, para pelaku tetap akan diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Terlebih lagi, salah seorang pelaku, Firdaus (26), memukul korban dan mendorongnya hingga tersungkur, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka lecet.

“Akibat perbuatan Firdaus, korban menderita luka lecet di lengan kirinya.”

“Sedangkan 7 tersangka lainnya tetap diproses hukum karena membullying anak di bawah umur sesuai Undang-undang Perlindungan anak,” ujarnya.

Ibrahim menjelaskan, tersangka Firdaus yang memukul hingga korban terjatuh dikenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan.

Sementara 7 orang rekan Firdaus, dikenakan Pasal 76c UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan akibat peranannya.

11.188 COPYRIGHT@2020 - NESIATIMES.COM | MENRA GROUP