Terduga Pelaku Mafia Tanah Rumah Ibunya Ditangkap, Dino Patti Djalal Respons, Bicara Dalangnya

Terduga Pelaku Mafia Tanah Rumah Ibunya Ditangkap, Dino Patti Djalal Respons, Bicara Dalangnya

17 Februari 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Kasus mafia tanah yang menyeret rumah ibu Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal memasuki babak baru.

Semuanya berawal ketika rumah ibu Dino Djalal tiba-tiba berpindah kepemilikan.

Penangkapan terduga mafia

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, menyebut total ada lima terduga pelaku kasus mafia tanah yang sudah tertangkap.

Kombes Yusri mengatakan kelimanya itu merupakan pelaku kasus mafia tanah atas penjualan rumah di Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang masuk pada April 2020 lalu.

Kemudian,ada juga laporan pada November 2020 berkaitan dengan transaksi penjualan rumah di daerah Kemang, Mampang, Jakarta Selatan dengan tindak pidana berupa pemalsuan identitas untuk melakukan suatu kejahatan.

Serta laporan ketiga pada 22 Januari 2021 yang masih dalam proses penyelidikan para saksi untuk membuat keterangan.

Respons Dino Patti Djalal

Usai penangkapan lima orang terduga mafia tanah oleh polisi, Dino meyakini masih ada aktor lain yang berada di luar.

Ia berharap siapa yang menjadi dalang di balik kelima terduga mafia tanah itu dapat segera tertangkap.

Karena menurutnya, lima terduga yang tertangkap itu hanya aktor di lapangan sedangkan siapa yang berada di atas mereka belum terungkap.

 “Harapannya tentu semakin terkuak siapa yang menyuruh dia. Inikan kayak main piramid gitu,” kata Dino, Selasa 16 Februari 2021 dikutip dari VIVA.

Dino mengungkapkan, sebenarnya ia tidak ingin melibatkan terduga mafia bawahan, namun harus terpaksa karena dalang utamanya tidak terungkap.

Kemudian Dino juga menjelaskan beberapa peran yang ada dalam kasus mafia tanah.

Ada yang menjadi pembeli palsu, bagian dari broker, pembuat KTP palsu, bertugas mencari figur hingga mencari founder.

Bahkan dalam beberapa kasus, menurut Dino, beberapa founder mengetahui permainan mafia tanah ini.

Meski pun demikian, baginya ada juga founder yang bersih dan tidak tahu permainan di bawah.

Lalu untuk mengetahui apakah ini sebuah operasi yang terencana atau tidak, kata Dino, persoalan ini harus bisa terbongkar secara tuntas hinggga akar.

 “Bukan hanya orang di garis terdepan saja karena selama yang kroconya tertangkap mereka bisa melakukannya lagi sepuluh kali lipat untuk sepuluh tahun ke depan dengan orang orang lain karena perencananya nggak pernah ketangkap,” katanya.

Selain itu, Dino juga berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas komplotan mafia tanah yang meresahkan warga.

(Mel/Ana)