Tolak Digusur, Rumah Ini Berada di Tengah Jalan Layang

Tolak Digusur, Rumah Ini Berada di Tengah Jalan Layang

Agustus 11, 2020 Off By MAX ALVIAN

NESIATIMES.COM – Sebuah rumah viral di media sosial karena diapit jalan layang atau flyover.

Hal tersebut tidak biasa, sehingga menarik perhatian warganet.

Diketahui lokasi rumah tersebut berada di China. Sang pemilik rumah terbilang keras kepala.

Akibat keputusan yang tak mau digusur, kini ia harus menjalani kehidupan di tengah jalan tol.

Sebab pemerintah membangun jembatan jalan raya di sekitar rumahnya.

Pemilik rumah menolak digusur dan menjual rumahnya kepada pemerintah setempat.

Ia menolak menerima kompensasi.

Dikutip dari Oddity Central pada Selasa (11/8/2020), rumah ini menjadi satu-satunya rumah yang berada di tengah-tengah jalan raya, dan seringkali disebut “Nail Houses” atau “Rumah Paku”.

Sebuah video rekaman yang dirilis oleh media China, menunjukkan rumah tersebut terjepit di antara jalur Jembatan Haizhuyong yang baru dibuka di kota Guangzhou.

Rumah seluas 40 meter itu terletak di dalam lubang yang berada di tengah-tengah jalan raya.

Pemilik rumah yang bernama Ms. Liang merupakan satu-satunya pemilik rumah yang menolak tawaran dari pemerintah.

Sebanyak 46 pemilik rumah dan tujug perusahaan lain yang sebelumnya ada di lokasi telah setuju buat pindah dan menerima uang kompensasi pada September lalu.

Ia juga tidak peduli dengan perkataan orang lain yang mengatakan dirinya keras kepalanya.

Menurut China Morning Post, pemerintah telah menawarkannya berupa dua flat dan uang kompensasi sebesar 2 juta Yuan atau 4,2 miliar kepada Nona Liang, tetapi dia menolak semuanya.

BACA JUGA:  5 Cara Bijak Mengatur Keuangan Agar Tidak Bokek di Tanggal Tua

Liang menolak dan membuat pemerintah terpaksa harus tetap melanjutkan proyek pembangunan jalan raya dan membiarkan satu rumah tetap berada di lokasi tersebut.

Namun, pemerintah akan terus berusaha bernegosiasi dengan Liang agar ia menjual rumahnya tersebut.

Kasus ini menarik banyak perhatian banyak orang.

Sebagian warganet menuding wanita tersebut egois dan serakah.

“Pemilik lain telah pindah, yang menunjukkan kompensasi dapat diterima. Pemilik rumah ini pasti mengira dia bisa memaksa tangan pemerintah,” komentar dari seorang warganet.

“Kasus ini menjadi terlalu serakah dan tidak berakhir dengan apa-apa,” komentar warganet lainnya.

1.210 076 COPYRIGHT@2020 - NESIATIMES.COM | MENRA GROUP