Wanita Ini Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Melompat dari Atas Apartemen, Diduga Ini Penyebabnya

Wanita Ini Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Melompat dari Atas Apartemen, Diduga Ini Penyebabnya

16 Januari 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Luo Lili (34), seorang gadis sosialita China-Amerika tewas dalam kondisi tanpa busana usai melompat dari apartemen Yau Ma Tei pada Rabu (6/1/2021).

Putri semata wayang dari Luo Lin itu bunuh diri sambil mendekap bayinya, Aier yang baru berusia 5 bulan.

“Penyelidikan awal mengungkapkan mereka jatuh dari sebuah unit.

Tidak ada surat wasiat yang ditemukan di tempat kejadian,” kata polisi Hong Kong, Selasa (12/1/2021) dikutip dari Daily Mail.

Ibu dari Luo Lili, Luo Lin, merupakan wanita konglomerat Jinlin Real Estate yang memiliki banyak proyek hunian mewah di China.

Sedangkan ayah Luo Lili berasal dari keluarga dokter yang telah mempraktikkan pengobatan tradisional China selama 6 generasi.

Usai meninggalnya Luo Lili, seorang temannya mengungkap ke media China alasan korban mengakhiri hidupnya.

Menurutnya. alasannya adalah karena pacar korban tidak siap menikah meski sudah menghamilinya.

Selaras dengan pernyataan sebelumnya, Teman Luo yang lain mengatakan, saat masih mengandung korban berharap bisa menikah dan meresmikan hubungan mereka, tetapi sang pacar menolak.

BACA JUGA:  Dirut PT Taspen Dilaporkan Istrinya ke Polda Metro, Ini Kasusnya

Sosok Luo Lili

Sementara itu, mengenal lebih akrab sosok Luo Lili, ia merupakan pendiri perusahaan TriBeluga.

TriBeluga sendiri terbentuk pada 2014, merupakan sebuah firma layanan inkubasi yang menghubungkan perusahaan startup global dengan China.

Kemudian, Luo memang terkenal dengan kemewahan hidupnya sejak muda, ia pernah menjalani studi Amerika Serikat (AS) dan bahkan berkeliling dunia.

Ia juga beberapa kali terlihat bertemu figur publik dunia seperti mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, dan superstar pop Inggris Rita Ora.

Di samping semua kemewahan tesebut, Luo mengakui tidak mudah terlahir sebagai orang kaya karena selalu dituntut untuk sukses.

Pada 2015 di sebuah wawancara ia mengatakan bahwa orang kaya memiliki standar yang lebih tinggi untuk dapat mendapat gelar sukses daripada orang biasa.

Misalnya, orang biasa hanya perlu menyelesaikan 60 persen tugas untuk dapat sukses, menurutnya, orang kaya harus menyelesaikan 80 persen.

Terlebih bagi seorang perempuan, menurutnya ia dapat benar-benar sukses jika sudah menyelesaikan 95 persen tugas tersebut.

(Leo/Mel)