Waspada! Pembajakan WhatsApp sedang Marak, Simak Cara Mencegahnya

Waspada! Pembajakan WhatsApp sedang Marak, Simak Cara Mencegahnya

7 Februari 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM — Belum lama ini Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (The Malaysian Communications and Multimedia Commission/MCMC) mengeluarkan peringatan terkait maraknya pembajakan di WhatsApp

MCMC mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan kejahatan yang ada. 

Menurut MCMC pembajakan akun WhatsApp dapat berhasil jika korban membocorkan enam digit kode verifikasi. 

Kode ini biasanya muncul saat pengguna hendak masuk ulang ke WhatsApp atau saat ingin mengubah nomor telepon baru. 

Pihak WhatsApp akan mengirimkan kode ini via pesan singkat (SMS) atau telepon. 

Salah satu modus pembajakan yang sedang marak, pelaku akan menghubungi korban dengan mengaku sebagai pihak tertentu. 

Pelaku akan mengaku tidak sengaja memasukkan nomor WhatsApp korban saat mencoba melakukan transaksi online

Kemudian pelaku meyakinkan seolah-olah kode otorisasi transaksi online itu telah telah masuk ke telepon korban. 

Selanjutnya, pelaku akan meminta korban untuk mengirimkan kode verifikasi tersebut. 

Salah satu modus pembajakan WhatsApp yang tengah marak. (Sumber: Instagram/@tasyafarasya).
Salah satu modus pembajakan WhatsApp yang tengah marak. (Sumber: Instagram/@tasyafarasya).

Bahayanya, bisa saja nomor anggota keluarga atau teman yang telah dibajak oleh penipu malah meminta kode verifikasi itu.

Tujuannya agar korban lebih percaya jika permintaan itu datang dari kerabat sendiri dan merasa tidak terkait dengan penipuan. 

Lalu, bagaimana cara agar tidak tertipu oleh aksi kejahatan ini? 

Meninjau dari FAQ oleh WhatsApp, pengguna mungkin mendapat kode verifikasi melalui SMS mekipun pengguna tidak melakukan apapun. 

BACA JUGA:  OJK Tetapkan 51 Fintech Pinjaman Online Ilegal Februari 2021, Waspadalah, Ini Daftar Lengkapnya

Menurut WhatsApp, ini bisa terjadi karena seseorang salah mengetik nomornya sendiri, atau peretas mencoba mengambil alih akun orang tersebut. 

Namun, tanpa kode verifikasi yang diterima oleh pemilik asli melalui SMS, peretas tidak akan dapat menyelesaikan proses verifikasi. 

Artinya, sangat penting untuk tidak membagikan kode verifikasi kepada siapapun, meski kerabat sekalipun. 

Kemudian, aktifkan verifikasi dua langkah pada WhatsApp Anda. 

Dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah, akan ada permintaan memasukan PIN terlebih dahulu ketika Anda ingin masuk ulang ke WhatsApp. 

Penambahan PIN ini akan memperumit dan menambahkan tingkat keamanan. 

Tentu, Anda juga harus menjaga kerahasiaan PIN ini. 

Kemudian, bagaimana jika peretas telah mengambil alih akun WhatsApp Anda? 

Jika akhirnya peretas telah berhasil mengambil alih akun, pengguna harus masuk kembali ke WhatsApp dengan nomor telepon dan melakukan verifikasi. 

Setelah memasukkan kode verifikasi enam digit yang diterima melalui SMS, peretas yang menggunakan akun tersebut akan keluar secara otomatis. 

Namun, bisa saja si peretas telah mengaktifkan keamanan tambahan, yakni verfikasi dua langkah. 

Di mana kita sama sekali tidak mengetahui PIN yang valid. 

Jika itu terjadi, hal yang dapat kita lakukan hanyalah menunggu. 

“Anda harus menunggu tujuh hari sebelum dapat masuk tanpa kode verifikasi dua langkah,” demikian mengutip WhatsApp.

(Mel/Ana)