Gegara Curi Susu Buat Anak, 2 Ibu Ini Terancam 7 Tahun Penjara, Ya Ampun

Gegara Curi Susu Buat Anak, 2 Ibu Ini Terancam 7 Tahun Penjara, Ya Ampun

8 September 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Dua orang ibu berinisial MRS (55) dan YLT (29), warga Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kadungkandang, Kota Blitar harus berurusan dengan hukum.

Pasalnya, mereka kedapatan telah mencuri susu bayi dan minyak kayu putih di sebuah toko.

Kapolres Blitar, AKBP Adhitya Panji Anom, mengatakan, aksi pencurian itu terjadi di dua lokasi pada hari yang sama, yakni Selasa (31/8/2021). 

Pencurian pertama di Toko Rina pada pukul 12.00 WIB, sedangkan pencurian kedua  di Toko Ringgit pada pukul 13.00 WIB.

“Jadi modusnya, mereka berpura-pura membeli barang. Yang satu bertugas mengalihkan perhatian penjaga toko, yang satunya lagi memasukkan barang-barang yang dicurinya ke dalam baju,” ungkap Kapolres Blitar.

Dari foto unggahan akun Instagram @andreli48, terlihat kedua ibu tersebut memakai baju tahanan berwarna oranye dan menundukan kepala hingga menangis.

Berdasarkan keterangan MRS, ia datang ke Ngeni mencari saudara suaminya lantaran sang suami lumpuh dan butuh bantuan.

Bersama dengan sang keponakan, YLT, kemudian, MRS datang ke Blitar sambil membawa bayinya yang masih berusia tiga bulan.

“Saya nyari saudara suaminya yang lumpuh di Ngeni tapi gak ketemu sampai sekarang. Uang sangu sudah habis. Gak tahu, pas belanja kok tiba-tiba kepikiran ambil susu buat anaknya ponakan saya,” kata MRS sambil sesenggukan menangis.

MRS mengaku sudah tiga bulan di Blitar mencari keberadaan saudara suaminya itu.

Pemilik toko yang mengetahui aksi mereka akhirnya melaporkannya ke Mapolres Blitar oleh pemilik toko.

Dalam kasus ini polisi berhasil mengamankan dua kotak susu, puluhan minyak kayu putih dan telon berbagai merk, puluhan snack, dua botol hand body dan parfum.

Selain itu, polisi juga mengamankan sepeda motor Yamaha Vega bernopol N 3842 FH yang terdakwa gunakan saat mencuri di Ngeni.

Akibat perbuatannya, MRS dan YLT terjerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

(Ana/Mel)