Langgar PPKM Darurat, 2 Petinggi Perusahaan Ini Jadi Tersangka

Langgar PPKM Darurat, 2 Petinggi Perusahaan Ini Jadi Tersangka

8 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Dua perusahaan non-esensial dan kritikal di Jakarta, nekat meminta karyawan tetap masuk ke kantor di tengah PPKM Darurat.

Sesuai ketentuan PPKM darurat, perusahaan non-esensial seharusnya menerapkan 100 persen work from home (WFH).

Salah satu perusahaan tersebut berinisial PT DPI yang berlokasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Satunya lagi berinisial PT LMI, yang beralamat di Sudirman, Jakarta Selatan.

Di PT DPI, polisi meringkus sembilan orang untuk menjalani pemeriksaan secara intensif di Polda Metro Jaya.

Dari 9 orang, Polda Metro menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni ERK yang merupakan direktur dan AHV, manajer HRD.

“Ada dua tersangka inisial ERK ini direktur utamanya. Kedua, AHV, ini manajer HR dari PT DPI ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/7/2021).

Sedangkan dari PT LMI polisi mengamankan 5 orang di lokasi dan menetapkan satu orang CEO berinisial SD sebagai tersangka.

“Lima orang kita dalami dan kita tetapkan tersangka perempuan inisial SD. Dia CEO dari PT ini ya,” jelas Yusri.

Yusri menyebut, polisi akan menjerat ketiganya dengan Pasal 14 ayat 1 juncto Pasal 55 dan 56 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Dengan hukuman pidana satu tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Sementara itu, Yusri  pun meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan kasus tersebut jika menemukan temuan serupa.

(Mel/Ana)