4 Fakta Terbaru Kasus Perawat Cantik Dibakar Hidup-hidup di Malang, Mengejutkan

4 Fakta Terbaru Kasus Perawat Cantik Dibakar Hidup-hidup di Malang, Mengejutkan

5 Mei 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM — Sungguh nahas kejadian yang menimpa seorang perawat bernama Eva Sofiana Wijayanti alias ESW.

Ia menjadi korban aksi pembakaran oleh OTK di Klinik Bunga Husada di Desa Arjowilangun, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang pada Senin, 3 Mei 2021.

Akibatnya, ibu dua anak itu mengalami luka bakar cukup parah hingga 60 persen.

Kini ia sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Berikut fakta-fakta terbaru terkait aksi pembakaran perawat di Malang: 

1. Menderita luka bakar di wajah dan tubuh

Akibat aksi ini, Eva Sofiana Wijayanti mengalami luka bakar cukup parah di bagian wajah dan tubuh hingga 60 persen.

Kapolsek Kalipare AKP Soleh Mas’udi mengatakan, korban ESW kini menjalani perawatan di RS Wava Husada Kepanjen.

“Benar yang bersangkutan kini masih menjalani perawatan di RS Wava Husada,” ucap Soleh, Selasa (4/5/2021) sebagaimana dikutip dari okenews.

2. Diserang Orang Tak Dikenal

Soleh menceritakan kronologi kejadian.

Kala itu korban tengah beristirahat karena masuk shift pagi dan tiba-tiba pelaku datang menerobos masuk ke tempat Eva beristirahat.

Langsung saja pelaku menyiramkan cairan ke wajah dan tubuh Eva lalu menyulutnya dengan api.

Usai melnacarkan aksinya, kemudian pelaku langsung lari tanpa meninggalkan jejak. 

Saat kejadian berlangsung, hanya ada satu saksi saat itu, Dedik, yang merupakan anak pemilik klinik tersebut.

3. Terungkap Ciri-Ciri Pelaku

Lalu kata Soleh, ciri-ciri pelaku itu menggunakan jaket hitam, helm dan masker.

Ia datang ke klinik tempat Eva Sofiana bekerja dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat merah.

4. Polisi Mulai Buru Pelaku dan Periksa Para Saksi

Melansir dari Tribunnews, pada Selasa (4/5/2021), Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menerangkan jajarannya tengah melakukan penyelidikan terkait kasus ini.

“Dalam waktu 1 atau 2 hari ini akan kami ungkap pelakunya. Sekitar 3 sampai 4 orang saksi yang sudah kami periksa. Orang-orang terdekat korban juga sudah kami periksa,” tegasnya.

Namun, Hendri belum dapat menjelaskan petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam kasus ini.

Ada dugaan yang mengarah jika pelaku lebih dari satu orang.

(Leo/Leo)