5 Fakta Mengejutkan Dokter Muda Bakar 1 Keluarga di Tangerang, 3 Orang Tewas Mengenaskan

5 Fakta Mengejutkan Dokter Muda Bakar 1 Keluarga di Tangerang, 3 Orang Tewas Mengenaskan

12 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Seorang dokter muda bernama Mery Anastasia (30) nekat membakar sebuah bengkel di Kota Tangerang.

Aksi pembakaran yang terjadi pada Sabtu (7/8/2021) dini hari itu menyebabkan tiga orang tewas terpanggang di dalam ruko.

MelansirKamis, (12/8/2021), berikut 5 fakta terkait pembakaran satu keluarga tersebut:

  • Korban merupakan keluarga kekasih pelaku

Dalam kebakaran tersebut, tiga korban tewas yakni Lionardi Syahputra (34) dan kedua orang tuanya, Edy Syahputra (66) dan Lilys Tasim (54).

Lionardi Syahputra sendiri merupakan kekasih Mery Anastasia.

Sementara dua adik Lionardi, Nando (20) dan Siska (22) berhasil menyelamatkan diri dari lahapan si jago merah.

  • Membakar karena sakit hati

Sosok dokter muda tersebut mengaku nekat membakar keluarga pacarnya lantaran sakit hati.

Malam itu, Mery yang mengaku sedang hamil anak Lionardi meminta berusaha meminta pertanggungjawaban.

Namun Lionardi menolak untuk menikahi Mery dengan alasan tidak mendapatkan restu dari kedua orangtuanya.

Berdasarkan kesaksian Nando dan Siska, Lionardi sempat memberitahukan bahwa Mery mengancam akan membakar bengkel.

Tak lama berselang, terdengar ledakan dari bengkel lalu api dengan cepat melahap ruko tiga lantai tersebut.

  • Mery membeli bensin 10 liter

Seorang pedagang bensin eceran di sekitar lokasi kejadian mengungkapkan bahwa Mery sempat membeli bensin sebanyak 10 liter.

Dia mengaku tidak tahu bahwa Mery akan menggunakan bensin jenis Pertamax tersebut untuk membakar keluarga Lionardi.

Kepada polisi, Mery mengaku melemparkan dua kantong bensin ke bengkel kemudian terjadi ledakan dan kebakaran besar.

Dari tangan Mery, polisi menemukan sisa bensin sebanyak 4 liter di dalam mobil Mitsubishi Xpander miliknya.

  • Korban selamat naik ke lantai tiga

Nando dan Siska mengaku bisa lolos dari insiden kebakaran tersebut karena memanjat ke lantai tiga.

Sementara kakak dan kedua orang tuanya terlambat mengikuti hingga akhirnya harus meregang nyawa secara tragis.

  • Mery terancam hukuman mati

Kapolsek Jatiuwung Kompol Zazali Haryono mengatakan bahwa pihaknya menjerat Mery dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, Mery terancam hukuman mati.

(Mel/Rah).