5 Fakta Oknum Polisi Cabuli Siswi SMP yang Langgar Lalu Lintas di Pontianak, Bikin Kaget

5 Fakta Oknum Polisi Cabuli Siswi SMP yang Langgar Lalu Lintas di Pontianak, Bikin Kaget

24 November 2021 0 By Redaksi

NESIATIMES.COM – Polresta Pontianak menggelar Upacara Pemberhentian Tidak Hormat (PTDH) untuk oknum polisi Brigadir DY pada Senin (22/11/2021).

Pemecatan ini lantaran perbuatannya mencabuli siswi SMP berusia 15 tahun yang melanggar aturan lalu lintas.

Hal ini menindaklanjuti Surat Keputusan Kapolda Kalbar Nomor Kep/523/X/2021 tanggal 27 Oktober 2021 tentang PTDH dari Dinas Polri terhadap personel Polresta Pontianak Kota atas nama Brigadir DY.

Merangkum dari berbagai sumber, Rabu (24/11/2021), berikut adalah lima fakta terkait pemecatan Brigadir DY yang tersandung kasus pencabulan anak di bawah umur:

  1. Bermula dari Penilangan

Kasus ini bermula saat seorang siswi SMP berboncengan motor dengan temannya namun tidak menggunakan helm.

Brigadir DY kemudian menilang keduanya dan membawa mereka ke pos, akan tetapi teman korban dia minta untuk pulang.

Sementara itu, pelaku membawa korban ke sebuah hotel di Pontianak hingga melakukan pencabulan.

Kasus pencabulan yang menjerat Brigadir DY terjadi pada September 2020.

  1. Keluarga Langsung Lapor Polisi

Usai menabuli korban, oknum polisi tersebur meninggalkannya sendirian di dalam kamar hotel.

Korban lalu meminta kakaknya untuk menjemputnya di lokasi.

Setelah menceritakan peristiwa kelam tersebut, orang tua korban menempuh jalur hukum dengan melapor ke polisi.

Polresta Pontianak yang menerima laporan langsung mengamankan Brigadir DY.

Kekinian Brigadir DY akhirnya naik status menjadi tersangka serta menjalani sidang kode etik.

  1. Hasil Visum Buktikan Adanya Persetubuhan

Dari hasil visum yang polisi terima dari dokter, menguatkan bahwa telah terjadi persetubuhan.

Alhasil, atas perbuatannya, Brigadir DY terjerat Pasal 76 huruf D UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 81 ayat 2 KUHP.

  1. PTDH

Selain terjerat pasal pidana, Brigadir DY juga harus menerima pemecatan sebagai anggota polri.

Kapolresta Pontianak Kombes Andi Herindra menyebut bahwa pemecatan Brigadir DY telah melalui standar operasional prosedur yang ada di kepolisian.

Dari sidang kode etik telah diputuskan bahwa Brigadir DY layak menerima PTDH.

“Pada hari ini kita saksikan bersama pemberhentian tidak dengan hormat terhadap satu anggota Polri dari Polresta Pontianak,” kata Andi Herindra, Senin (22/11/2021).

Brigadir DY telah melanggar Pasal 7 Ayat (1) huruf B, Pasal 10 Huruf (F) dan Pasal 11 Huruf C peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri Jo pasal 13 Ayat (1) dan Pasal 14 Ayat 1 huruf (B) Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

  1. Tidak Ada Hak Menilang

Fakta mengejutkan akhirnya terungkap, ternyata Brigadir DY merupakan staf, bukan anggota Polantas yang bertugas di lapangan dan berhak menilang pengendara motor.

Sehingga dengan demikian anggota Satlantas Polresta Pontianak itu telah melanggar aturan disiplin dan mencoreng Polri atas perbuatannya.

(Mel/Mel)