5 Fakta Terbaru Pengemudi Fortuner Berpelat Dinas Polri Jadi Tersangka Tabrak Lari

5 Fakta Terbaru Pengemudi Fortuner Berpelat Dinas Polri Jadi Tersangka Tabrak Lari

23 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Sebuah mobil Toyota Fortuner berpelat dinas Polri yang ugal-ugalan dan menabrak kendaraan lain.

Kejadian itu terjadi di Jalan Tentara Pelajar, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (20/8/2021) dini hari.

Belum lama ini Direktorat lalu lintas Polda Metro Jaya berhasil mengamankan pengemudi mobil tersebut.

Simak ulasan tentang sejumlah fakta seputar kejadian tabrak lari tersebut di bawah ini:

1. Video Viral di Media Sosial

Pada video unggahan akun Instagram @mala_hasan04, terlihat mobil Peugeot dan Mercedes-Benz mengejar mobil Toyota Fortuner berpelat nomor dinas polisi 3488-07. Lihat videonya DI SINI.

Aksi itu menyusul setelah sebelumnya mobil Toyota Fortuner berpelat dinas polri itu melaju melawan arah di Jalan Tentara Pelajar.

Tepatnya di depan Apartemen Four Winds, Forturner tersebut menyerempet mobil Marcedes-Benz dan Peugeot. 

2. Pelaku Berinisial AS, Berprofesi Sebagai Sopir Anggota Polri 

Cukup dua hari bagi kepolisian untuk menangkap pengemudi mobil Toyota Fortuner VRZ berpelat dinas Polri 3488-07.

Terungkap bahwa pelaku berinisial AS itu bukanlah anggota Polri, melainkan sopir dari anggota Polri aktif.

Parahnya, AS ternyata memasang pelat nomor kendaraan tanpa sepengetahuan majikannya.

“Pelaku bukan anggota Polri, pelaku kalau di KTP-nya adalah pelajar atau mahasiswa, tetapi saat ini bekerja sebagai sopir dari pemilik kendaraan,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo di Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (22/8/2021). 

3. Kabur Bawa Mobil Majikan ke Banten

Berhasil kabur dari kejaran mobil Peugeot dan Mercedes-Benz, AS kemudian kembali ke rumah majikannya.

Dia berbohong terkait kronologis tabrakan dengan menyebut mobil menabrak kendaraannya di Rawamangun.

Mendengar hal itu, pemilik mobil tersebut memerintahkan AS memperbaiki Fortuner itu ke bengkel.

Pria asal Serang, Banten, itu kemudian membawa mobil majikannya ke bengkel di kampung halamannya.

Polisi yang mendapati hal itu membawa mobil Fortuner tersebut dari Serang ke Polres Jakarta Selatan.

4. Pelaku Menjalani Tes Urine, Hasilnya . .

Demi kepentingan pemeriksaan, AS menjalani tes urine untuk memastikan kondisinya saat mengendarai mobil melawan arah dan menabrak kendaraan lain pada Jumat (20/8/2021).

Dari hasil tes, kata Purnomo Yogo, tersangka AS saat mengendarai mobil tersebut sedang dalam kondisi sadar dan sehat. 

“Kepada yang bersangkutan juga sudah dilakukan cek urine dengan hasil semuanya negatif,” kata dia.

5. Jadi Tersangka, Tapi Tidak Ditahan?

Setelah memeriksa saksi-saksi dan CCTV di lokasi kejadian, polisi langsung menetapkan AS sebagai tersangka.

Namun, lantaran AS kooperatif polisi tidak menahannya meskipun berstatus sebagai tersangka.

Selain itu, ancaman yang disangkakan kepada tersangka juga kurang dari lima tahun.

(Leo/Leo)