Sri Mulyani Ungkap Cara Keluarkan Indonesia dari Jebakan Kelas Menengah, Ini 5 Jurus Kuncinya

Sri Mulyani Ungkap Cara Keluarkan Indonesia dari Jebakan Kelas Menengah, Ini 5 Jurus Kuncinya

23 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan kunci yang bisa mengeluarkan Indonesia dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap.

Menurutnya, keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah merupakan visi Indonesia tahun 2045.

Yakni, jelasnya, menjadi negara berpendapatan tinggi sehingga masuk sebagai lima besar kekuatan ekonomi dunia.

“Indonesia 2045 yang kita bayangkan adalah 100 tahun, Insya Allah Indonesia akan merayakan hari kemerdekaannya yang ke satu abad,” paparnya, Jumat (20/8/2021), seperti dikutip dari Antara.

Kemudian, Sri Mulyani mengungkapkan ada lima kunci transformasi yang harus Indonesia lakukan agar keluar dari jebakan kelas menengah.

Pertama, transformasi sumber daya manusia (SDM) yakni masyarakatnya harus sehat, berpendidikan, dan mempunyai keahlian.

Karena menurutnya, SDM yang sehat baik secara skill, motorik, maupun intelektual akan mampu berkembang dan bekerja sama menciptakan relasi yang memajukan Indonesia.

Maka dari itu, Indonesia harus memperbaiki sistem kesehatan untuk menciptakan pelayanan yang baik dengan mengkombinasikan dengan kemajuan teknologi digital.

Selanjutnya, transformasi pendidikan, yang akan sangat berhubungan dengan SDM dan sistem kesehatan.

Sri Mulyani menyebut teknologi juga menjadi penting terlebih lagi dalam situasi pandemi Covid-19 di mana pelajar tidak bisa belajar di kelas.

Ketiga, transformasi pada jaringan pengaman sosial, karena belajar dari negara berpendapatan tinggi di mana negara mampu menjamin rakyatnya tanpa ada yang tertinggal.

Saat ini, jelas Sri Mulyani, pemerintah tengah dalam upaya mereformasi jaringan pengaman sosial.

Hal tersebut, terbukti dengan upaya menyalurkan subsidi agar mencapai target dan sasaran serta membangun keluarga tertinggal.

Kembali, Sri Mulyani juga menyebut peran teknologi digital sangat diperlukan dalam transformasi tersebut terkait dengan data, ID, serta sistem.

Kemudian, kunci keempat yakni transformasi ekonomi dengan menjadikan UMKM, manufaktur, dan agrikultur sebagai sumber kekuatan perekonomian.

Dia menyebut pentingnya memanfaatkan teknologi dalam global supply chain, kemudian juga meningkatkan produktivitas sektor agrikultur.

Selain itu, tambahnya, juga bagaimana sektor jasa yang memberi nilai tambah dan menciptakan pekerjaan.

Terakhir, transformasi institusi, yakni menciptakan iklim institusi yang baik untuk menciptakan kebijakan yang mampu mendorong Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi.

(Mel/Rah).