8 Fakta Aksi Anak Penggal Kepala Ayah, Tak Direstui Menikah Hingga Bawa Potongan Tubuh Keliling Kampung

8 Fakta Aksi Anak Penggal Kepala Ayah, Tak Direstui Menikah Hingga Bawa Potongan Tubuh Keliling Kampung

24 Maret 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM — Kasus pembunuhan seorang ayah oleh anak kandung di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah Provinsi Lampung bikin geger.

Aksi pembunuhan itu terjadi pada Senin (22/3/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Sang Ibu, Ningsih (55) menjerit bukan main saat pertama kali mendapati suaminya tewas bersimbah darah tanpa kepala di dalam rumahnya.

Jeritan itu membuat warga setempat geger dan datang berbondong-bondong untuk melihat apa yang terjadi.

Melansir dari Tribunnews.com, Rabu (23/3/2021), berikut beberapa fakta di balik aksi pembunuhan  tersebut.

1. Beraksi di Rumah

KPW (25) tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri dengan cara memenggal kepalannya.

Pemuda asal Lampung Tengah itu melakukan aksi pemenggalan pada Senin (22/3/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Sontak peristiwa penggal leher tersebut langsung menggegerkan warga di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah.

Menurut keterangan salah seorang warga, Edi, akibat aksi jagal sang anak ini, leher korban putus.

Di sekitar tempat kejadian, tepatnya di depan rumah korban, banjir darah segar.

Edi pun menuturkan bahwa aksi itu KPW lakukan di depan rumahnya.

2. Diduga Alami Gangguan Jiwa

Sejumlah warga menduga kuat bahwa pelaku KPW mengidap gangguan jiwa.

Namun, selama ini ia tetap hidup bersama-sama keluarganya tanpa ada tindakan beda membedakan.

“Orang-orang di sini juga tahunya dia (pelaku) itu mengalami gangguan jiwa, tapi kalau pastinya gila atau tidak saya juga gak tahu,” ujar Edi.

3. Mengarak Kepala Korban Keliling Kampung

Usai melancarkan aksinya, pelaku KPW sempat membawa keliling kepala korban dan memperlihatkannya kepada para tetangga.

Menurut Tarmin, salah seorang warga, akibat ulah KPW itu sejumlah warga yang ada di dekat rumah korban histeris dan langsung melarikan diri.

“Diarak (kepala korban) diperlihatkan ke sejumlah warga sambil bilang, ‘Bapak saya mati. Bapak saya mati’,” kata Tarmin sambil mencontohkan ucapan KPW, Senin (22/3/2021).

Kemudian, beberapa warga mencari cara agar saat itu KPW mau menghentikan aksinya itu.

Terpaksa warga melumpuhkannya dengan cara menyergapnya.

Setelah itu, warga menenangkan pelaku yang pada saat itu dalam kondisi bersimbah darah di pakaian dan tubuhnya.

4. Polisi Dalami Dugaan Gangguan Jiwa

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyebutkan, dugaan sementara pelaku KPW mengalami gangguan kejiwaan.

Lalu pihak berwajib telah mengamankan pelaku KPW di Polsek Kalirejo.

Popon menyebutkan pihaknya tidak akan tinggal diam atas dugaan pelaku mengalami gangguan jiwa.

Ia mengaku akan melakukan penyelidikan terkait dugaan sementara itu.

Ia berharap, masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan isu apapun, serta menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.

5. Isu Ayah Tak Restui Pernikahan

Kekinian, dugaan motif dari pemenggalan ini karena sang ayah tidak menyetujui pernikahan KPW.

Sebab, Kepala Kampung Sendang Rejo, Hotini, mengatakan, sebelum melancarkan aksinya, pelaku KPW sempat minta untuk menikah.

Hotini menduga karena sang ayah tidak menyetujui rencana pernikahan pelaku KPW akhirnya terjadilah tragedi ini.

Lebih lanjut, Hotini menjelaskan pelaku memenggal kepala ayahnya itu setelah kedua orang tuanya baru saja pulang dari sawah.

Tiba-tiba saja KPW membawa sebilah golok, menghampiri ayahnya yang duduk di belakang rumah dan langsung menebaskan golok ke lehernya.

6. Istri Korban Histeris

Sebelum aksi itu terjadi, Istri korban, Ningsih (55) baru saja pulang dari sawah bersama sang suami.

Suaminya (korban), kata Hotini, duduk di bagian belakang rumah setelah pulang dari sawah, sementara Ningsih langsung mandi.

Mendengar suara gaduh di bagian belakang rumahnya, Ningsih bergegas keluar dari kamar mandi.

Ia histeris saat melihat tubuh sang suami bersimbah darah dan tanpa kepala.

Sontak ia menjerit keluar rumah sembari meminta pertolongan.

7. Penyelidikan Polisi Bergulir

Mengetahui aksi keji itu, warga yang berdatangan ke rumah korban juga histeris.

Warga langsung meminta aparatur kampung melapor pihak kepolisian agar segera melakukan penanganan pada kasus tersebut.

Banyak warga yang menduga KPW mengalami gangguan kejiwaan, untuk itu, Hotini menyerahkan dugaan gangguan jiwa itu kepada penyidikan pihak kepolisian.

Informasinya, pelaku sempat membawa kepala korban sempat keliling kampung dengan cara memasukkannya ke dalam karung berwarna putih.

Sebelum akhirnya petugas mengamankan pelaku dan membawa jenazah korban langsung ke rumah sakit.

8. Periksa Kejiwaan Pelaku

Dugaan sementara, pelaku berinisial KPW mengalami gangguan kejiwaan.

Polisi segera melakukan pemeriksaan kepadanya di Rumah Sakit Jiwa Lampung.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lampung Tengah AKP Edy Qorinas mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto, Selasa (23/3/2021) menyebutkan, KPW kini berada di Polres Lampung Tengah.

Untuk langkah selanjutnya, kata Edy Qorinas, pihaknya akan memastikan apakah pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau tidak dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Rencananya pihak kepolisian akan membawa KPW ke Rumah Sakit Jiwa Kemiling, Bandar Lampung hari ini, Rabu (24/3/2021).

(Mel/Mel)