Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Pria Ini Bertaubat Usai Jalani Hipnoterapi

Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Pria Ini Bertaubat Usai Jalani Hipnoterapi

18 Juli 2020 Off By YAARO

NESIATIMES.COM – Hartoyo (37) tersangka penganiaya ibu kandungnya hingga tewas, menangis di depan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Warga Desa Karanggedang Kecamatan Sruweng, Kebumen itu juga menyesali perbuatannya. Tersangka menganiaya ibu kandungnya gara-gara warisan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Rabu (15/7) sengaja mengundang tersangka Hartoyo di ruang kerjanya. Kapolres selanjutnya memberikan hipnoterapi investigasi for trauma healing.

Rudy mengatakan, hipnoterapi dilakukan bagi tahanan agar dapat berubah menjadi orang yang lebih baik dan lebih produktif.

“Kita lakukan pendekatan dari hati ke hati, komunikasi lewat pikiran bawah sadarnya,” kata AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Rabu (15/7/2020).

Bagaimana metode yang disebut hipnoterapi investigasi for trauma healing tersebut dilakukan?

Awalnya tersangka diajak ke ruang kerja Kapolres dan dipersilakan duduk. Setelah posisinya nyaman, tersangka dibuat “tertidur”.

“Dari hipnoterapi ini kita ajak tersangka menceritakan kondisinya tanpa paksaan. Selanjutnya tersangka disisipi pesan kamtibmas,” jelas Rudy.

Menurut Rudy, dengan menjalani terapi tersebut tersangka akan menyesali perbuatannya. Tersangka akan menjadi orang yang lebih baik.

Selain itu, tersangka akan menutup diri dan hatinya jika ada orang yang akan mengajak melakukan kejahatan.

“Ini terbukti setelah diberikan hipnoterapi, setelah terbangun, tersangka menangis menyesali perbuatannya. Tersangka juga minta buku tuntunan shalat dan buku mengaji. Dia mengaku taubat,” ungkap Rudy.

Diberitakan sebelumnya, lantaran persoalan harta warisan, seorang anak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menganiaya ibu kandungnya hingga meninggal dunia.

Peristiwa penganiayaan tersebut dilakukan tersangka berinisial Hartoyo(37) terhadap ibunya, Sandiyah (83) di rumahnya Desa Karanggedang, Kecamatan Sruweng, Selasa (23/6/2020) lalu.