Bela Palestina, Erdogan Nyatakan Siap Perang Lawan Israel, Ini Kekuatan Militernya

Bela Palestina, Erdogan Nyatakan Siap Perang Lawan Israel, Ini Kekuatan Militernya

19 Mei 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan siap membela Palestina dan berperang melawan Israel.

Erdogan mengaku akan memotori negara-negara Islam di dunia untuk menolak klaim Israel atas Yerusalem tersebut.

Melansir dari berbagai sumber pada Rabu (19/5/2021), perbandingan kekuatan militer antara Turki dengan Israel turut menjadi sorotan.

Berdasarkan situs globalfirepower, kekuatan militer Turki berada di posisi ke-8 semetara Israel berada di posisi ke-15.

Turki memiliki personel militer aktif sebanyak 382.250 anggota, sedangkan Israel hanya punya 168.250 anggota aktif.

Tak hanya itu, Turki juga tercatat memiliki tak kurang dari 35 juta warga yang bisa ikut dinas militer jika keadaan darurat, sedangkan Israel hanya 3 juta orang.

Kendati demikian, kekuatan Turki dan Israel di sektor darat nyaris seimbang.

Turki tercatat memiliki 2.445 tank, terdiri atas Tank Leopard 1 dan 2, serta M-48 Patton dan M-60 Patton yang merupakan sisa-sisa Perang Dingin.

Sebagai informasi, Turki mengupgrade M-60 Patton miliknya di Israel pada 2002 silam serta masih mengandalkan senapan otomatis Uzi buatan Israel.

Sementara itu, Israel mengandalkan produksi dalam negeri, Tank Merkava, yang akan terus mereka kembangkan dari Merkava I sampai Merkava IV.

Kemudian, armada laut, Turki memiliki 12 kapal selam, 16 Frigate dan 9 kapal kelas Korvet.

Sedangkan Israel memiliki hanya berbekal 6 kapal selam dan 3 kapal korvet tanpa kapal kelas frigate.

Di udara, Turki punya 207 jet tempur dan 200 jet serang darat, sedangkan Israel punya 243 jet tempur serta jet serang darat dengan jumlah yang hampir sama.

Angkatan udara Turki mengandalkan F-16 C/D dari AS dan beberapa varian F-4 seperti F-4E/2020 Terminator serta F-4E/TM Phantom II.

Sementara Israel, mengandalkan F-15, F-15 E Strike Eagle, F-16 C/D/I serta 9 F-35 Lighting dan 50 buah lainnya yang masih dalam pemesanan dari Amerika Serikat.

Hak lain yang tak kalah menjadi sorotan ialah kekuatan koalisi yang dimiliki Turki dan Israel.

Sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat beserta koalisinya seperti Inggris dan beberapa negara NATO jelas akan berdiri bersama Israel jika terjadi konflik.

Namun, apakah negara Timur Tengah yang menjadi koalisi Turki akan kompak mengangkat senjata masih menjadi pertanyaan.

Mengingat beberapa negara seperti Suriah kini sedang mengalami konflik berkepanjangan.

Kemudian juga pasukan Libya di bawah pimpinan Muammar Khadafi kini sudah tidak ada.

(Mel/Rah).