Benny Tjokrosaputro Divonis Penjara Seumur Hidup, Negara Rugi 16 Triliun

Benny Tjokrosaputro Divonis Penjara Seumur Hidup, Negara Rugi 16 Triliun

30 Oktober 2020 Off By Alexander Fernando

NESIATIMES.COM – Benny Tjokrosaputro Komisaris PT Hanson International Tbk divonis penjara seumur hidup pada Pengadilan Tipikor Jakarta eh majelis hakim.

Saat itu Benny langsung mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Bob Hasan kecewa atas keputusan yang tidak mengindahkan hak asasi manusia.

“Vonis dari hakim pemutus adalah vonis yang terlanjur, terlanjur karena jaksa sita aset Benny Tjokro, terlanjur karena tuntutan jaksa. Akibat keterlanjuran tersebut demi membayar nasabah Jiwasraya, akhirnya menomor dua-kan hukum, sehingga bertentangan sekalipun dari hak asasi manusia pun harus dilalui,” kata Bob Hasan, di PN Tipikor Jakarta, Senin (26/10) seperti dikutip dari Detik.com.

Bob mengatakan Keputusan kerugian negara sebesar Rp 12 triliun yang kemudian dibebankan ke Benny separuh dengan Heru Hidayat.

Cara dan vonis tersebut bertentangan dengan asas kepastian hukum kata Bob.

Diketahui, Benny Tjokro dinyatakan hakim bersalah karena melakukan korupsi dan memperkaya diri bekerja sama dengan tiga mantan pejabat Jiwasraya senilai Rp 16 triliun.

Benny juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di kasus pengelolaan investasi saham Jiwasraya.

Benny bersalah melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Benny juga terbukti TPPU melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Kerugian negara terhadap investasi saham sejumlah Rp 4.650.283.375.000, dan kerugian negara atas investasi reksa dana senilai Rp 12,157 triliun, sehingga total kerugian negara secara keseluruhan Rp 16.807.283.375.000,00 triliun. Menimbang majelis hakim berpendapat maka kerugian negara telah terbukti secara sah dan meyakinkan,” tutur hakim.

(EFG/ALX)