Berkati Gaho: Revolusi Industri 4.0 Milik Anak Muda Berpengetahuan dan yang Menguasai Teknologi

Berkati Gaho: Revolusi Industri 4.0 Milik Anak Muda Berpengetahuan dan yang Menguasai Teknologi

10 Juli 2019 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM, YOGYAKARTA – Era Revolusi Industri 4.0 yang dipimpin oleh aplikasi perangkat digital dan proses inovasi yang terjadi dengan cepat merupakan tantangan bagi dunia Pendidikan dan memerlukan tanggapan tepat.

Upaya memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat maka Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta mengadakan Talk Show dengan mengangkat tema Peran Dan Tantangan Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0.

Acara terselenggara di Ruang Seminar Gedung Soekarno Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta pada hari Sabtu, 6 Juli 2019.

Realita yang terjadi dalam proses pendidikan saat ini antara lain penting adanya pendampingan pada generasi sebagai peserta didik untuk terus mengembangkan diri. Seperti diungkapkan oleh Bapak Syamsul Maarif, ST., M.Eng., sebagai Wakil Rektor 1 UP45 dalam kata sambutan membuka acara Talkshoow.

Kemajuan teknologi berdampak terhadap pembentukan karakter generasi saat ini maka dibutuhkan pendampingan yang tepat untuk menyeimbangkan antara pembentukan karakter dan prestasi, ungkap Bapak Syamsul.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu DINAS DIKPORA DIY, Bapak Didik Wardaya, SE., M.Pd., MM., menjelaskan bahwa bersatunya revolusi teknologi informasi dan komunikasi dengan globaliasasi, menjadikan dunia semakin terbuka dan semua bidang tumbuh dengan sangat cepat.

Generasi pemenang bukanlah generasi yang kuat tetapi generasi adaptif terhadap perubahan.

Penting melakukan peningkatan mutu pendidikan agar mewujudkan lulusan yang berkualitas. Upaya yang dilakukan antara lain yaitu pemanfaatan ICT dan JOGJA BELAJAR (JOGJA CYBER PROVINCY).

Implementasi pada orientasi pendidikan berbasis TIK Smart Office dan Pengembangan Web Jogja Belaja, jelas Bapak Didik.

Pentingnya Orang tua yang tanggap terhadap tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0, dijelaskan oleh Bapak DR. Armunanto, M.Ph. selaku Staff UNICEF.

Munculnya banyak peluang bagi pekerjaan baru yang membutuhkan generasi yang kreatif serta kritis dalam menggunakan teknologi untuk mengolah info berdasarkan analisis data yang tepat maka perlu membangun situasi yang kondusif.

Salah satu strategi yang telah dilakukan seperti saat ini di kota Surabaya dan Solo yaitu dengan menciptakan program kota layak anak, demikian dijelaskan oleh Bapak Armunanto.

Upaya menjadi pribadi positif di Era Revolusi Industri 4.0, dapat dilakukan dengan membentuk karakter yang kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif, demikian dijelaskan oleh Ibu Dessy Pranungsari, S.Psi. M.Psi. Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan.

Individu merupakan mahkluk sosial maka perkembangan kepribadian dibentuk oleh lingkungan. Terjadi frustasi bila ada keinginan yang tidak tercapai, maka pentingnya pengembangan soft skill, potensi diri serta pembentukan karakter melalui pendidikan akhlaq, diungkapkan oleh Ibu Dra. Muslimah Zahro Romas, M.Si., Dekan Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.

Berkati Gaho, selaku panitia acara mengungkapkan bahwa melalui acara talkshow ini semakin memahami karakter yang perlu dikembangkan dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.

Berkati lebih lanjut menyampaikan bahwa Era Revolusi 4.0 adalah milik kaum milenial yang memiliki pengetahuan dan paham tentang teknologi. Oleh sebab itu Berkati mengajak anak muda Indonesia untuk lebih tekun menimba ilmu pengetahuan dan belajar banyak mengenai teknologi.

 

(BGH/NESIATIMES JOGJA)