Mendadak Bossman Mardigu Sarankan Pecat Pejabat Teras BPOM, dr Tifa Bicara Tegas!

Mendadak Bossman Mardigu Sarankan Pecat Pejabat Teras BPOM, dr Tifa Bicara Tegas!

31 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Clinical Epidemiologist yang menekuni bidang Epidemiologi dr Tifauzia Tyassuma, M. Sc angkat bicara terkait penanganan Covid-19.

Dia menilai Indonesia telah kehilangan kedaulatan dan otoritas sebagai bangsa dan negara yang merdeka sehingga tidak bisa menentukan langkah terbaik sendiri.

Melalui tayangan di kanal YouTube Dokter Tifa Channel, dia menyebut Indonesia telah didikte dan tidak diberi kesempatan cukup sehingga terpaksa menurut.

Bahkan, lanjut dia, terkait merek vaksin Covid-19 saja tidak bisa membuat keputusan sendiri.

Kemudian, dr Tifa pun menegaskan bahwa Indonesia harus merebut kembali kedaulatan negara supaya dapat menangani pandemi Covid-19 dengan baik.

“Kita harus mengembalikan otoritas, kita sebagai warga bisa memilih yang terbaik, itu hak asasi manusia,” tegasnya, seperti dikutip pada Selasa (31/8/2021).

Selanjutnya, dr Tifa juga yakin bahwa jika diberi kesempatan, Indonesia pasti bisa mengambil langkah terbaik guna mengatasi pandemi Covid-19.

Dia mengatakan Indonesia punya anak bangsa dengan otak yang super cerdas, namun tidak mendapat kesempatan yang cukup sampai hari ini.

Lebih lanjut, dr Tifa menyatakan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia tentu berbeda dengan negara-negara lain, misalnya yang ada di Eropa.

Negara Eropa patut concern terhadap lansia karena warga lansia mencapai 60 persen, sementara di Indonesia tidak punya masalah karena hanya 11 persen.

Dia menyarankan agar pemerintah membebaskan masyarakat untuk memilih vaksin yang ingin mereka gunakan karena efektifitas pada masing-masing orang bisa berbeda.

Hal tersebut, menurut dr Tifa, pasti bisa membuat masyarakat bahu membahu dengan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Sementara itu, seorang pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo alias Bossman Mardigu Sontoloyo, juga sempat ikut bicara soal penanganan Covid-19.

Dia menyebut salah satu cara yang harus pemerintah lakukan adalah dengan memecat para pejabat teras BPOM.

“Sudah waktunya pejabat teras BPOM dipecat digantikan dengan figur yang mementingkan keselamatan rakyat,” terangnya dalam sebuah tayangan video.

Dia pun menyoroti kasus vaksin Nusantara karena pejabat teras BPOM menyatakan vaksin tersebut harus melalui penelitian yang akurat.

Bossman Mardigu mengaku merasa aneh, lantaran vaksin asing diperbolehkan masuk dengan dasar surat WHO sementara vaksin lokal dihambat.

(Mel/Rah).