Sosok Carina Citra, Wanita Keturunan Indonesia Salah Satu Pemilik Hak Paten Vaksin AstraZeneca

Sosok Carina Citra, Wanita Keturunan Indonesia Salah Satu Pemilik Hak Paten Vaksin AstraZeneca

2 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Seorang wanita keturunan Indonesia berhasil membuat bangga karena ikut mengembangkan vaksin Covid-19 di Oxford University, Inggris.

Ialah Dr Carina Citra Dewi Joe, peneliti yang merupakan salah satu pemilik hak paten vaksin AstraZeneca bersama Sarah Gilbert.

Tak hanya itu, mereka juga menggratiskan hak paten vaksin AstraZeneca sehingga harganya menjadi sangat murah.

Melansir Senin (2/7/2021), sosoknya pun menjadi perbincangan hangat di media sosial karena telah mengharumkan nama bangsa.

Sosok Dr Carina Joe merupakan peneliti postdoctoral yang tergabung di Nuffield Department of Clinical Medicine.

Dia menjadi pemimpin riset pengembangan vaksin AstraZeneca skala besar di Jenner Institute, Universitas Oxford.

Tugasnya yakni bisa memproduksi vaksin Covid-19 dalam skala besar dengan waktu yang singkat.

Lebih lanjut, Carina menjelaskan ada lebih dari enam pemegang hak paten vaksin virus corona Oxford-AstraZeneca karena bidangnya berbeda-beda.

Carina membeberkan dirinya memegang hak paten tentang manufacturing scale up atau produksi dalam skala besar.

Di mana Carina bertanggung jawab menemukan cara yang memungkinkan untuk memperbanyak produksi vaksin AstraZeneca.

Carina mengaku senang bisa mengerjakan proyek besar yang hasilnya nanti akan memengaruhi kehidupan masyarakat global secara langsung.

Dia juga menceritakan betapa sulitnya usaha seluruh tim yang harus bekerja tujuh hari seminggu dalam waktu 12 jam tanpa libur dan istirahat selama 1,5 terakhir.

Sosok wanita dulu bercita-cita menjadi dokter atau insinyur tersebut memang tertarik dengan bidang bioteknologi khususnya manipulasi genetika.

Carina kemudian memutuskan melanjutkan studi ke luar negeri karena saat itu belum banyak yang membuka studi bidang tersebut di Indonesia.

Setelah lulus S1, Carina selanjutnya mendapatkan tawaran magang di sebuah perusahaan di Australia.

Perusahaan tersebut kemudian menawari Carina untuk melanjutkan studi hingga meraih gelar PhD demi mendukung kariernya.

Setelah itu Carina berhasil meraih gelar PhD bidang Bioteknologi di Royal Melbourne Institute of Technology, Australia.

Pengalaman di bidang industri bioteknologi tersebut kemudian membawa Carina terlibat dalam penelitian vaksin AstraZeneca untuk Covid-19.

(Mel/Nov).