Penting untuk Disimak! Ini Sejumlah Kegiatan di DKI yang Wajibkan Sertifikat Vaksin

Penting untuk Disimak! Ini Sejumlah Kegiatan di DKI yang Wajibkan Sertifikat Vaksin

9 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerapkan aturan baru soal penggunaan sertifikat vaksinasi Covid-19.

Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 966 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19.

Salah satu bunyi aturan itu antara lain, warga wajib menunjukan sertifikat vaksinasi Covid-19 di sejumlah mal di DKI Jakarta.

Akan tetapi, aturan tersebut tidak berlaku untuk warga yang masih masa tenggang 3 bulan pasca terkonfirmasi Covid-19 dengan bukti hasil laboratorium.

Lalu, pengecualian juga berlaku untuk warga yang kontraindikasi jika mendapatkan vaksinasi, berdasarkan pemeriksaan medis serta anak-anak berusia di bawah 12 tahun.

Selain untuk memasuki mal, berikut adalah kegiatan yang mewajibkan sertifikat vaksinasi Covid-19, khususnya di DKI Jakarta:
  1. Naik Transportasi Umum

Pengendara, pekerja, dan pengguna transportasi publik wajib sudah melakukan vaksinasi untuk menggunakan kendaraan transportasi umum.

Selain itu, kapasitas maksimal kendaraan umum yakni 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

  1. Masuk Restoran dan Warteg

Baik pekerja maupun pengunjung warteg harus sudah melakukan vaksinasi, dengan waktu operasional warteg hingga 20.00 WIB.

Kemudian, warteg hanya boleh menerima maksimal 3 pengunjung dengan waktu makan 20 menit.

Tak hanya warteg, aturan ini juga berlaku untuk restoran di dalam gedung atau mal. 

Namun, restoran tidak boleh melayani makan di tempat (dine in), melainkan hanya melayani bungkus atau (take away).

  1. Kegiatan Peribadatan

Selama perpanjangan PPKM level 4, tidak boleh ada kegiatan peribadatan secara berjamaah.

Meski demikian, Pemprov DKI mensyaratkan petugas dan pengguna tempat ibadah sudah menerima vaksin.

  1. Masuk Supermarket, Pasar Tradisional, hingga Salon

Tertuang dalam Kepgub, Anies juga mensyaratkan pekerja dan pengunjung di sektor kebutuhan sehari-hari untuk sudah menerima vaksin.

Sektor tersebut mencakup:

Supermarket, pasar tradisional, pasar rakyat, toko kelontong, pasar swalayan.

Apotek dan toko obat

Pasar tradisional dan pasar rakyat

PKL, barbershop/pangkas rambut.

Dengan batas waktu operasional hingga pukul 20.00 WIB dan kapasitas pengunjung 50 persen.

Sementara, pasar tradisional dan pasar raya non kebutuhan sehari-hari boleh buka hingga pukul 15.00 WIB.

  1. Hotel non-karantina

Kegiatan perhotelan non penanganan karantina boleh beroperasi dengan syarat, pekerja dan tamu hotel harus sudah menerima vaksin.

Tidak hanya itu, hotel hanya boleh beroperasi satu shift dengan kapasitas 50 persen staf di fasilitas produksi.

Sedangkan pada layanan administrasi, kapasitas 10 persen dengan penerapan prokes ketat.

(Mel/Ana)