Soal Bisnis Akidi Tio di Singapura, Dahlan Iskan: Saya Ingin Menelusuri

Soal Bisnis Akidi Tio di Singapura, Dahlan Iskan: Saya Ingin Menelusuri

4 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan ingin menelusuri bisnis Akidi Tio di Singapura.

Namun keinginannya tersebut tentu terhalang oleh pandemi Covid-19 yang membuat mobilitas manusia menjadi terbatas.

“Coba tidak pandemi, saya ingin ke Singapura, ingin menelusuri sendiri dana itu,” ungkapnya, Rabu (4/8/2021), seperti dikutip dari laman pribadinya disway.id.

Lebih lanjut, Dahlan Iskan mengaku mempunyai network atau jaringan di Singapura untuk bisa melakukan penelusuran tersebut.

Selain itu, Dahlan juga mengaku sudah tahu di bank mana anak Akidi Tio, Heriyanti, mengurus dana sumbangan Rp2 triliun tersebut.

Kemudian, Dahlan membeberkan bahwa Heriyanti mempunyai bisnis pengadaan barang yang cukup sukses.

Namun demikian, Heriyanti ternyata pernah terlibat kasus dugaan penipuan sebesar Rp6 miliar hingga berujung pelaporan polisi.

Kala itu, pengusaha bernama Ju Bang Kioh melaporkan Heriyanti terkait dengan pengadaan barang di Istana.

Dahlan menyebut proyek tersebut ternyata tidak ada dan uang Rp6 miliar itu habis untuk mengurus penarikan dana Akidi Tio di Singapura 

Selanjutnya, Dahlan memprediksi bahwa Akidi Tio mempunyai beberapa mitra bisnis namun dia bukanlah pemegang saham mayoritas.

Sehingga, lanjut Dahlan, keputusan dalam RUPS tetap sah meski tanpa kehadiran Akidi Tio yang telah meninggal dunia sejak 12 tahun silam.

Dahlan menuturkan dengan demikian maka setidaknya dalam 12 tahun terakhir perusahaan tersebut telah berjalan tanpa ada yang mewakili Aki dalam setiap RUPS.

Akan tetapi, menurut Dahlan, undangan RUPS tetap dikirim ke alamat Aki di Singapura namun dia tidak tahu di mana persisnya.

Dahlan menyebut bisa saja seperti dia sekitar 30 tahun lalu, yakni menggunakan alamat kantor pengacara di Singapura.

Di sisi lain, Dahlan juga menyampaikan kemungkinan saham Akidi Tio telah hilang atau dihilangkan karena sudah meninggal sejak lama sekali.

Namun ia memperkirakan salah satu pemegang saham Aki kecewa lalu memberi tahu anak-anaknya tentang harta ayahnya di Singapura.

Menurut Dahlan, mungkin enam anak Aki lainnya telah menyerah untuk mengurus harta tersebut karena masalahnya tidak mudah.

Namun, Heriyanti sendiri masih bersemangat meski harus mengeluarkan biaya mahal untuk menyewa pengacara di Singapura.

(Mel/Rah).