Ditangkap Gegara Aniaya TKA Asal China, Alasan Fijri Memukul Bikin Kaget, Ya Ampun!

Ditangkap Gegara Aniaya TKA Asal China, Alasan Fijri Memukul Bikin Kaget, Ya Ampun!

23 Februari 2022 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Polisi menangkap Fijri Saputra (28), pekerja di proyek PLTU Sumsel 1 di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Rambang Niru atas kasus pemukulan terhadap TKA asal China. 

TKA asal China tersebut bernama Wang Yanhui yang berusia 49 tahun.

Fijri Saputra dilaporkan telah memukul muka dan kepala korban.

Kapolsek Rambang Dangku, AKP Sofiyan Ardeni mengatakan bahwa peristiwa penganiayaan terhadap WNA tersebut dipicu alasan yang tidak masuk akal. 

Sofiyan menyebut awalnya korban menegur tersangka karena tidak menggunakan helm proyek saat bekerja.

Mendengar teguran tersebut, pelaku marah dan memukul korban.

“Tidak senang ditegur.” ungkap Sofiyan, seperti keterangan yang diterima Rabu (23/2/2022).

Sofiyan menjelaskan tersangka memukul dan meninju ke arah muka korban berulang kali.

Melihat penganiayaan tersebut, pekerja lain langsung melerai aksi memalukan Fijri tersebut.

Lebih lanjut, setelah pekerja berhasil melerai aksi Fijri, korban langsung menghubungi seseorang. 

Melihat korban yang hendak menelpon, tersangka kembali menganiaya korban menggunakan sekop bangunan yang ada di dekatnya.

Tersangka memukul korban berulang kali ke arah kepala.

Melihat kegilaan pelaku, korban langsung menangkis serang tersebut dengan tangannya.

Alhasil, tangan korban mengalami luka lebam hingga bahu atas kiri dan kanan. 

Karena luka yang ia peroleh, korban selanjutnya pergi ke Puskesmas Rambang Dangku untuk berobat.

Kemudian korban mendatangi Polsek Rambang Dangku membuat laporan.

Setelah menerima laporan korban, anggota langsung menindaklanjuti dan mencari tersangka.

Akhirnya polisi berhasil mengamankan tersangka di areal PLTU Sumsel 1. 

Polsek Rambang Dangku mengamankan barang bukti berupa 1 buah helm kerja dan satu buah sekop bangunan yang digunakan untuk menganiaya korban.

“Kami juga mengamankan barang bukti,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka akan terancam pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun kurungan penjara.

Pengakuan Pelaku

Sementara itu, saat penyidik menginterogasi tersangka, ia mengaku menganiaya korban lantaran emosi.

Ia mengaku korban langsung menegurnya hanya karena sedikit melakukan kesalahan.

Ia pun mengaku memukulnya secara spontan karena kekesalannya terhadap korban.

Fijri mengaku menyesal dengan perbuatan memalukannya tersebut.

(Yar/Hnm)