Eks Kader Satgas PDIP Pemukul Remaja di Medan Tak Ditahan, Ini Alasannya, Ternyata

Eks Kader Satgas PDIP Pemukul Remaja di Medan Tak Ditahan, Ini Alasannya, Ternyata

27 Desember 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Pelaku pemukulan terhadap seorang remaja F (17), yakni Halpian Sembiring Meliala (45) ‘selamat’ dari penahanan.

Polda Sumut menjelaskan alasan tidak menahan Halpian yang merupakan mantan kader Satgas Cakra Buana PDIP itu.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi menyebut ancaman pidana terhadap Halpian masih kurang untuk melakukan penahanan.

“Berdasarkan aturan undang-undang, terhadap tersangka tidak dapat dilakukan penahanan karena ancaman pidana penjara di bawah 5 tahun,” kata Kombes Hadi Wahyudi, Minggu (26/12/2021).

Akan tetapi, Halpian tetap wajib lapor seminggu sekali dengan menghadap penyidik Polda Sumut.

Meskipun tidak ada penahanan terhadap tersangka, Kombes Hadi memastikan penanganan kasus pemukulan ini tetap berjalan.

Dalam kasus ini, eks kader Satgas Cakra Buana PDIP itu terjerat Pasal 80 ayat 1 juncto 76 c UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun 6 bulan dan denda paling banyak Rp 72 juta.

Tidak hanya hukuman pidana, PDIP Sumut pun mengambil tindakan pemecatan kepada Halpian dari jabatannya di Satgas Cakra Buana PDIP.

Ketua PDIP Sumut Rapidin Simbolon menyebut PDIP tidak menoleransi tindakan yang tidak mencerminkan sebagai kader PDI Perjuangan.

Rapidin telah berpesan agar Satgas tidak arogan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Makanya, setelah mendengar berita viral ini, DPD PDI Perjuangan tidak ragu lagi untuk mengambil keputusan memberhentikan Sdr Halpian Sembiring Meliala sebagai Sekretaris Satgas, karena tindakannya tidak mencerminkan sebagai anggota PDI Perjuangan dan Satgas yang menjunjung tinggi nilai Pancasila,” tutur Rapidin.

Sebelumnya, kasus pemukulan remaja 17 tahun di Medan ini berawal saat mobil Halpian menyenggol sebuah motor. 

Kemudian, pemilik motor, yang tak lain adalah remaja inisial F itu menegur Halpian.

Tidak terima, Halpian lalu menendang dan beberapa kali memukul remaja tersebut.

Aksi Helpian itu terekam dalam CCTV yang videonya kemudian menjadi viral.

Keluarga dari korban F juga membuat laporan dan polisi langsung melakukan penyelidikan lalu mengamankan Halpian pada Jumat (24/12/2021).

Di hadapan polisi,  Halpian mengaku kesal karena remaja tersebut tidak sopan saat menegurnya.

(Mel/Leo)