Fakta-fakta Mengejutkan Virus Marburg, Gejala hingga Ciri-ciri Umum Orang Terinfeksi

Fakta-fakta Mengejutkan Virus Marburg, Gejala hingga Ciri-ciri Umum Orang Terinfeksi

13 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Virus Marburg merupakan salah satu virus dengan rasio kematian tinggi hingga mencapai 88 persen.

Guinea di Afrika Barat mengkonfirmasi kematian pertama akibat virus yang mempunyai kemiripan dengan Ebola tersebut.

Melansir dari situs WHO pada Jumat (13/8/2021), penyakit tersebut pertama kali terdeteksi pada tahun 1967 di Frankfurt, Jerman dan Beograd, Serbia.

Secara klinis, virus Marburg dan Ebola yang sama-sama anggota keluarga Filoviride (filovirus) itu menimbulkan gejala serupa serta dapat memicu wabah.

Berikut fakta-fakta terkait virus Marburg:

  • Gejala virus Marburg

Seseorang yang terpapar virus Marburg akan mengalami demam tinggi dan sakit kepala parah secara tiba-tiba.

Gejala tersebut biasanya akan muncul pada dua sampai 21 hari setelah terinfeksi.

  • Ciri-ciri umum orang yang terinfeksi

Menurut WHO, orang yang terinfeksi virus Marburg akan mengalami nyeri otot, diare parah, sakit perut, kram, mual dan muntah, lesu, serta ruam yang tidak gatal.

Dari tujuh ciri tersebut, yang paling banyak dikeluhkan adalah nyeri otot.

Diare parah dan sakit perut biasanya baru muncul di hari ke-3 dan diare bisa berlangsung selama satu minggu.

Dalam kondisi lain, orang yang terinfeksi virus Marburg biasa digambarkan seperti hantu karena memiliki mata cekung, wajah tanpa ekspresi dan sangat lesu.

Kemudian di antara hari ke-2 dan ke-7 terpapar virus Marburg, akan muncul ruam yang tidak gatal.

  • Mengalami pendarahan

Pada hari ke-5 dan ke-7 setelah terpapar, pasien juga akan mengalami pendarahan parah.

Pendarahan tersebut bisa terjadi di hidung, gusi, vagina, dan tak jarang pada feses.

Selain itu, pendarahan spontan di tempat tusukan vena (di mana akses intravena diperoleh untuk memberi cairan atau mengambil sampel darah) juga bisa merepotkan.

Keterlibatan sistem saraf pusat dapat menyebabkan kebingungan, lekas marah, dan agresi.

Kemudian orkitis (peradangan pada salah satu atau kedua testis) juga kadang dilaporkan pada 15 hari setelah terpapar atau fase akhir.

Kematian akibat virus Marburg biasa terjadi pada hari ke-8 atau 9 muncul gejala, didahului kehilangan darah yang parah dan syok.

  • Cara virus Marburg menular

Awalnya, infeksi virus Marburg pada manusia terjadi akibat adanya kontak terlalu lama dengan penambang atau gua yang dihuni oleh koloni kelelawar Rousettus.

Selanjutnya, virus tersebut menular dari manusia ke manusia melalui kontak langsung seperti kulit yang rusak atau selaput lendir dengan darah.

Kemudian sekresi, organ atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi, dan dengan permukaan dan bahan seperti tempat tidur atau pakaian yang terkontaminasi.

Selain itu, petugas kesehatan juga sering terinfeksi saat merawat pasien karena melakukan kontak dekat tanpa tindakan pencegahan infeksi yang ketat.

Lalu penularan melalui peralatan injeksi yang terkontaminasi atau luka tusukan jarum yang dikaitkan dengan penyakit yang lebih parah, kerusakan cepat, serta tingkat kematian tinggi.

Bahkan, transmisi Marburg juga bisa terjadi dalam upacara pemakaman yang melibatkan kontak langsung dengan tubuh jenazah.

Hal tersebut lantaran orang akan tetap menular selama darah mereka mengandung virus.

(Mel/Nov).