Fakta Terbaru Kasus Mertua Bunuh Menantu yang Hamil 7 Bulan, Sangat Mengejutkan

Fakta Terbaru Kasus Mertua Bunuh Menantu yang Hamil 7 Bulan, Sangat Mengejutkan

6 November 2023 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Kasus pembunuhan keji dilakukan oleh Khoiri (52) terhadap menantunya sendiri, Fitria Almuniroh Hafidloh Dinayah (23).

Mirisnya, korban yang tewas usai lehernya digorok oleh sang mertua itu tengah dalam kondisi hamil tujuh bulan.

Adapun peristiwa tersebut terjadi di tempat tinggal mereka, di Dusun Blimbing, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Suami korban, Sueb Wibisono (31), yang baru pulang kerja menemukan sang istri sudah dalam kondisi berlumuran darah di atas tempat tidur.

Baca Juga:

PLN Bawa Kabar Baik bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Pemilik Meteran Listrik Wajib Tahu, Penting, Simak! – NESIATIMES.COM

Wahai Seluruh Nasabah Bank BRI, Ada Info Terbaru dan Penting buat Anda, Wajib Tahu, Simak! – NESIATIMES.COM

Meski sempat dilarikan ke puskesmas, namun nyawa korban dan bayi dalam kandungannya tidak terselamatkan.

Adapun berikut beberapa fakta terbaru terkait kasus menantu hamil 7 bulan dibunuh mertua:

1. Motif Khoiri terungkap

Wakapolres Pasuruan Kompol Hari Aziz mengungkapkan bahwa motif Khoiri membunuh menantunya adalah karena korban menolak ajakan bercinta.

“Korban habis mandi. Dia melihat korban ini dalam kamar posisi telentang. Karena hasratnya muncul, masuk dalam kamar menciumi mantunya,” terangnya, Kamis (2/11/2023).

Baca Juga:

Imbauan bagi Semua Warga RI, Cek KTP Anda Sekarang, Dipakai untuk Pinjol atau Tidak, Caranya Mudah, Simak! – NESIATIMES.COM

Bagi Pemilik STNK di Seluruh Indonesia, Ada Info Sangat Penting buat Anda, Wajib Tahu, Simak! – NESIATIMES.COM

Korban yang tidak mau menuruti nafsu bejat sang mertua lantas berteriak minta tolong.

Setelah itu, pelaku gelap mata dan menghabisi nyawa korban.

2. Takut Ketahuan Tetangga

Hari menegaskan bahwa tidak ada perkelahian sebelum pelaku membunuh korban.

Menurutnya, pelaku panik dan takut ketahuan tetangga karena korban berteriak sehingga nekat membunuh korban.

3. Pelaku Menyayat Leher Korban dengan Pisau Dapur

Karena panik, pelaku lantas berlari ke dapur untuk mengambil pisau sepanjang 30 centimeter.

Setelah itu, ia kembali ke kamar dan menindih tubuh korban, lalu menyayat lehernya sedalam 13 centimeter.

Baca Juga:

Imbauan Sangat Penting OJK, Bagi Seluruh Pemilik NIK KTP di Indonesia, Wajib Tahu, Simak! – NESIATIMES.COM

Info Terbaru dan Sangat Penting Korlantas Polri, Semua Pemilik Kendaraan Wajib Tahu, Simak! – NESIATIMES.COM

4. Pelaku Mengaku Nafsu Melihat Korban

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia baru pertama kali melakukan pelecehan seksual kepada korban.

Pelaku mengaku nafsunya itu muncul saat melihat sang menantu yang baru selesai mandi tidur terlentang di atas kasur.

Hari menambahkan bahwa pelaku serta korban dan suaminya tinggal di satu rumah yang sama.

Menurutnya, pelaku sudah menjadi duda selama 10 tahun.

Adapun saat kejadian suami korban tidak ada di rumah karena sedang training kerja.

Baca Juga:

Aturan Terbaru Bikin SIM, Berlaku di Seluruh Wilayah Indonesia, Masyarakat Wajib Tahu, Penting, Simak! – NESIATIMES.COM

Daftar Terbaru Bansos untuk Rakyat yang Bakal Cair November 2023, Termasuk BLT El Nino Rp 400 Ribu, Silakan Cek! – NESIATIMES.COM

5. Pelaku Kerap Mabuk

Kepada polisi, Khoiri mengaku kerap mabuk-mabukan.

Bahkan ia juga sempat mengaku melakukan aksi bejatnya itu di bawah pengaruh minuman keras.

Namun demikian, Hari membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa Khoiri menghabisi nyawa menantunya dalam keadaan sadar.

6. Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Atas perbuatannya itu, pelaku terjerat Pasal 338 karena menghilangkan nyawa orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Selain itu, ia juga terjerat pasal 351 ayat 3 KUHP yakni kekerasan hingga mengakibatkan orang meninggal dunia dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Serta pasal 44 ayat 3 UU no 23 tahun 2004 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Yuk! baca artikel menarik lainnya dari NESIATIMES.COM di GOOGLE NEWS

Baca Juga:

(Stv/Nov).