FUI Medan Angkat Bicara, soal Pembubaran Paksa Kuda Kepang, Begini Katanya

FUI Medan Angkat Bicara, soal Pembubaran Paksa Kuda Kepang, Begini Katanya

9 April 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM — Video adu pukul antara anggota FUI dan sejumlah warga saat pembubaran pertunjukan kuda kepang viral.

Polisi mengatakan tengah menyelidiki kasus ini dan telah memeriksa 15 saksi dari dua pihak yang saling melapor.

Begini kronologi kericuhan saat pembubaran pertunjukan kuda kepang di Medan menurut Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara (Sumut).

Tak seperti pemberitaan yang beredar, sebaliknya, FUI mengaku pihaknyalah yang diserang saat kericuhan itu.

Pada hari Jumat (2/4/2021) sekira pukul 17.00 WIB keributan itu terjadi.

Awalnya, Ketua FUI Kota Medan Nursarianto menjelaskan bahwa proses pembubaran itu merupakan kehendak kepala lingkungan (kepling)

Pembubaran itu bertujuan untuk menghindari kerumunan dan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Tidak hanya demi menghindari kerumunan, alasan lain pembubaran acara kuda kepang itu karena tidak mengantongi izin.

Menurut Nursarianto, bukan FUI yang membubarkan kuda lumping melainkan kepling.

Lebih jelasnya, kata Nursarianto, kepling yang membubarkan itu merupakan anggota dari FUI Kota Medan.

“Saat itu FUI mengantarkan kepling yang anggota FUI pulang dari acara peresmian kantor Gerindra Medan Deli. Saat sampai di rumahnya, ada pertunjukan kuda lumping. Saat itu spontan kepling yang kebetulan memakai baju FUI membubarkannya,” ucap kata Nursarianto, Kamis (8/4/2021) sebagaimana dikutip dari detikcom.

Nursarianto menyebut ada personel dari kepolisian dan TNI yang juga meminta acara untuk segera bubar saat itu.

Kemudian, tim dari pemain kuda lumping juga telah pulang ketika pembubaran karena memang tidak memiliki izin.

“Setelah bubar, FUI menuju mobil di perumahan Gria House dekat lokasi acara untuk pulang. Saat sampai di perumahan, masyarakat pengundang (pemain kuda lumping) menyerang laskar FUI mengakibatkan satu laskar FUI terluka dan sudah melapor ke Polsek Medan Sunggal,” jelas Nursarianto.

Sementara itu, Camat Medan Sunggal, Indra Mulia Nasution, mengakui kepala lingkungan (kepling) yang membawa anggota FUI untuk membubarkan pertunjukan kuda kepang itu.

(Mel/Ana)