Fungsi BEM Sebagai Representasi Gerakan Mahasiswa

Fungsi BEM Sebagai Representasi Gerakan Mahasiswa

26 September 2018 Off By admin nesiatimes.com

Oleh Yaaro Gaho

Mahasiswa Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

NESIATIMES.COM – Menoleh sedikit kebelakang, potret pasca gerakan reformasi 1998 yang menjadi titik tolak demokratisasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil dan sejahtera termasuk mahasiswa diberbagai lembaga-lembaga pendidikan seluruh Indonesia. Pada fase 1998/1999 untuk pertama kalinya mengemuka lembaga mahasiswa yang sekarang lebih dikenal sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Badan Eksekutif Mahasiswa merupakan bentuk modernisasi dalam lembaga kemahasiswaan yang disesuaikan pada ketatanegaraan modern saat ini. Kampus dikonsepsikan sebagai replika negara. Hal ini, disamping terdapatnya masyarakat kampus (mahasiswa) maka sangat dibutuhkan adanya regulator yang kemudian dijadikan sebagai wadah pengelolaan dinamika kampus secara keseluruhan dalam bentuk eksekutif mahasiswa.

Sebagaimana diketahui, dalam istilah kelembagaan BEM, terdapat kata eksekutif yang setidaknya menunjukan kelas dengan level yang teratas. Hal ini bisa diartikan bahwa BEM merupakan representasi dari gerakan mahasiswa yang istimewa dalam setiap torehan sejarah yang dibuatnya.

Bertolak dari sejarah di atas, disini Badan Eksekutif Mahasiswa diartikan sebagai Pemerintahan mahasiswa yang bertujuan untuk memimpin seluruh mahasiswa agar mahasiswa dapat mengembangkan diri secara akademik maupun organisasi dan kemudian didampingi serta difasilitasi sehingga mampu menjadi mahasiswa yang kritis dan berwawasan luas yang dilandasi dengan rasa kepekaan dan moralitas sejati.

Badan Eksekutif Mahasiswa berpayung di bawah Fakultas yang kepengurusannya disahkan oleh dekanat agar mengaktifkan serta menjalankan segala fungsi dalam bentuk program yang berbasis pada kepentingan mahasiswa secara umum.

Adapun fungsi BEM pada masyarakat kampus antara lain :

Wadah Bagi Mahasiswa

Mahasiswa adalah sosok manusia yang memiliki semangat kebersamaan yang tinggi dan memiliki potensi diri. BEM hadir sebagai wadah yang memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada mahasiswa menuangkan semangat solidaritasnya melalui keterlibatan dalam segala kegiatan yang akan dicapai secara bersama-sama.

BEM juga hadir sebagai wadah penampungan sejuta aspirasi yang dimiliki mahasiswa baik secara akademik maupun praktisi sehingga aspirasi-aspirasi ini dapat diperjuangkan secara bersama-sama agar terciptanya kehidupan kampus sebagaimana yang diharapkan.

Bagian dari Pengambil Keputusan Kampus

Setiap kebijakan kampus yang dikeluarkan Rektorat dan Dekanat idealnya mengutamakan kepentingan mahasiswa secara umum dan melibatkan mahasiswa untuk bemusyawarah dalam mengambil sebuah keputusan final sebelum ditetapkan dan diaplikasikan kebijakan tersebut. Hal ini bertujuan agar terjadinya keselarasan antara kebutuhan mahasiswa dengan kebijakan yang dikeluarkan. BEM akan hadir menyuarakan gagasan-gagasan mahasiswa secara kesuluruhan pada setiap kebijakan yang dibuat oleh kampus.

Koodinator UKM dan Komunitas Kampus

Mengkoordinir serta mendorong kuat UKM-F dan Beberapa Komunitas Kampus lainnya agar menggerakan kegiatan kemahasiswaan untuk upaya menggali dan mengembangkan potensi mahasiswa dalam berbagai bidang.

Lembaga Advokasi

Sikap kritis terhadap fenomena kampus tentunya harus digalakkan oleh setiap mahasiswa. BEM yang digerakkan oleh mahasiswa tentu akan mencoba menyikapi setiap fenomena yang terjadi di kampus dan selalu akan membuka ruang-ruang diskusi dalam rangka membahas fenomena tersebut sehingga hasilnya nanti diharapkan dapat menjadi sumbangan berharga untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat kampus.

Lembaga Kontrol

Situasi dan keadaan kampus yang juga diwarnai sikap apatis dan amesia akan tanggung jawab sebagai agen perubahan menjadi perhatian BEM. BEM berupaya untuk mengembalikan ruh mahasiswa yang aktif dalam segala bidang. BEM bukan hanya sebagai kontrol bagi situasi dan kondisi kampus tetapi juga sebagai lembaga kontrol bagi setiap kebijakan yang dikeluarkan kampus.

Fungsi-fungsi BEM tidak bisa berjalan lancar tanpa adanya kerjasama yang baik dari kampus, UKM-F dan komunitas-komunitas lain terutama mahasiswa secara keseluruhan. Dukungan yang positif akan memberikan dampak yang signifikan bagi kinerja-kinerja BEM. Dengan adanya kerjasama dan dukungan positif terhadap BEM akan tercapai tujuan-tujuan bersama yang semuanya berpihak pada kepentingan mahasiswa. Kepentingan mahasiswa secara akedemik dan praktisi menjadi prioritas BEM karena BEM hadir bukan untuk siapa-siapa tetapi untuk mahasiswa ! Salam Mahasiswa! Merdekaaaa!

 

(RED: AR)