Gubsu Edy Akui Ditelepon Menko Polhukam, Hingga Rekeningnya Diperiksa

Gubsu Edy Akui Ditelepon Menko Polhukam, Hingga Rekeningnya Diperiksa

3 Juli 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Gubernur Sumatera Utata Edy Rahmayadi mengaku pernah mendapatkan telepon dari Menko Polhukam Mahfud MD.

Gubsu Edy blak-blakan membeberkan bahwa Mahfud MD pernah meneleponnya karena kasus jual beli vaksin Covid-19 di Sumut.

“Jangan dokter jual vaksin, salah sekolahnya ini, yang ditelepon Menko Polhukam sana saya, ‘gimana ceritanya Pak Edy sampai ada vaksin dijual beli’,” bebernya, Kamis (1/7/2021), seperti dikutip dari GenPI.co.

Selain itu, lanjut Edy, rekening miliknya ternyata turut diperiksa untuk penelusuran aliran dana terkait kasus tersebut.

“Itu dikejar itu kayak mana aliran ke rekening gubernur. Karena ketidakbenaran satu-dua orang, saya sebagai gubernur di-bully,” katanya.

Meskipun demikian, Edy mengaku hal tersebut tidak menjadi masalah karena merupakan tanggung jawabnya sebagai sosok pemimpin.

Kasus jual beli vaksin ilegal yang terjadi di Sumut tersebut melibatkan dua dokter dan satu PNS yang bertugas di Dinas Kesehatan Sumut.

Di sisi lain, Edy yang sedang dalam acara peresmian bangunan baru di RS Haji Medan juga berpesan terkait pelayanan rumah sakit.

Edy meminta agar pihak rumah sakit memberikan pelayanan yang baik dan menepis stigma yang beredar bahwa RS Haji itu mahal.

Pasalnya, beber Edy, banyak khalayak yang berkomentar bahwa RS Haji itu lebih mahal.

Selain itu, masyarakat juga menyebut RS Haji selalu memberikan obat CTM untuk berbagai jenis penyakit seperti bisul maupun sakit pusing.

(Mel/Nov).