Habib Rizieq Menangis di Ruang Sidang saat Baca Pleidoi Kasus Kerumunan

Habib Rizieq Menangis di Ruang Sidang saat Baca Pleidoi Kasus Kerumunan

21 Mei 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Air mata mewarnai persidangan Habib Rizieq Shihab di PN Jaktim, Kamis (20/5/2021).

Habib Rizieq terlihat menangis saat membacakan pleidoi atau nota keberatan atas tuntutan jaksa penuntut umum dalam kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung.

Ketika memceritakan bagaimana ia mendapatkan pencekalan dan tidak bisa pulang ke Indonesia, air mata Habib Rizieq mengalir.

“Akhirnya kami paham bahwa kami sebenarnya bukan sedang dicekal, tapi hakikatnya kami sedang diasingkan agar tidak bisa pulang ke Tanah Air dan tidak bisa lagi kumpul dengan umat di Indonesia. Saya dan keluarga pun terus melakukan upaya perlawanan,” kata Habib Rizieq, Kamis (20/5/2021).

Menurutnya, terdapat oknum yang membuat pernyataan, baik secara eksplisit maupun implisit untuk menebar ancaman agar ia takut untuk pulang.

Namun Habib Rizieq mengaku, meski mendapat pencekalan ia tetapberusaha pulang.

Ia pulang karena Indonesia merupakan Tanah Airnya dan demi membela agama dan bangsa apapun risikonya.

Beberapa saat Habib Rizieq berhenti berbicara dan mengeluarkan saputangan dari kantongnya. 

Kemudian ia membuka kacamata dan mengelap air matanya.

Melanjutkan pleidoinya, Habib Rizieq mengaku terus mendapat teror selama berada di Kota Suci Mekah.

Katanya, seperti ada orang yang mengaku sebagai petugas keamanan Saudi dan menuduhnya membuat iqomah, semacam KTP Kota Mekah, palsu.

Menyeret nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Sebelumnya, Habib Rizieq mengaitkan nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung.

Ia menyebut kerumunan itu merupakan imbas dendam politik kepada Ahok. 

Balas dendam itu, kata Habib Rizieq, bermula saat ia menggelar Aksi Bela Islam 411 dan 212 pada 2016 agar Ahok bertanggung jawab atas kasus penistaan agama.

“Kemudian berlanjut ke Pilkada 2017 di Ibu Kota Jakarta, ketika itu Ahok Si Penista Agama menjadi salah satu calon Gubernur Jakarta yang didukung penuh oleh para oligarki yang saat itu sukses menggalang dukungan mulai Presiden dan para menterinya hingga Panglima TNI dan Kapolri serta jajarannya, serta juga seluruh ASN di Ibu Kota Jakarta yang diwajibkan untuk memilih Ahok,” papar Rizieq membacakan pleidoinya.

(Leo/Leo)